CPNS 2019

Bagaimana Nasib Pelamar CPNS 2019 Kuansing Riau yang Tidak Stempel Kartu Ujian?

Tidak semua pelamar CPNS di Pemkab Kuansing menstempel kartu ujian ke panitia pelaksana.

Bagaimana Nasib Pelamar CPNS 2019 Kuansing Riau yang Tidak Stempel Kartu Ujian?
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUSTRASI - Peserta tengah serius mengikuti simulasi ujian CPNS melalui sitem Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pekanbaru Rabu (4/12/2019). BKN menggelar selama empat hari dengan dua gelombang, gelombang pertama digelar pada tanggal 4 dan 5 Desember, gelombang kedua 11 dan 12 Desember. Setiap hari ada tiga sesi yang mengikuti ujian, satu sesinya ada 90 peserta dengan 100 soal yang harus dikerjakan selama 90 menit. Sejak dibuka secara online, sebanyak 1080 kuota pendaftaran yang disediakan untuk simulasi langsung habis dalam waktu 40 menit. Yang dapat mengikuti simulasi tersebut haruslah peserta yang sudah teregistrasi CPNS. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TELUK KUANTAN - Tidak semua pelamar CPNS di Pemkab Kuansing menstempel kartu ujian ke panitia pelaksana.

Nasib pelamar yang tidak stempel kartu ujian ini belum diputuskan panitia.

Tidak semuanya pelamar CPNS stempel kartu ujian ini diketahui kala jadwal stempel kartu ujian selesai pada Jumat (17/1/2020). Stempel kartu ujian ini dimulai Senin (13/1/2020).

Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing belum menghitung pelamar yang menstempel dan yang tidak. Namun diperkirakan jumlah yang stempel sebanyak 98 persen.

Bagaimana nasib pelamar yang tidak stempel kartu ujian? "Belum bisa saya tentukan. Biar nanti keputusan rapat panitia," kata Plt kepala BKPP Kuansing Hendri Siswanto, Minggu (19/1/2020).

BKPP Kuansing sendiri merupakan panitia pelaksana daerah penerimaan CPNS. Hendri mengatakan nantinya pihaknya akan rapat untuk menentukan nasib pelamar yang tidak menstempel tersebut.

Ia berandai, bila jumlah pelamar yang tidak menstempel hanya sedikit saja, maka bisa saja paniti memberi keringanan.

Bisa tetap ujian namun stempel kartu dilakukan saat hari H. Namun sebaliknya.

Bila banyak, maka tidak akan bisa ujian.

"Kalau banyak yang tak stempel dan kita beri ruang stempel saat ujian, panitia yang akan repot. Makanya biar nanti keputusan bersama yang akan menentukan," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved