CPNS 2019

Pelamar CPNS 2019 di Riau yang Lulus Seleksi Wajib Bawa Syarat Ini Saat Ujian SKD

Ujian SKD CPNS Pemprov Riau akan dilaksanakan mulai tanggal 27 Januari - 10 Februari 2020 mendatang.

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUSTRASI - Peserta tengah serius mengikuti simulasi ujian CPNS melalui sitem Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pekanbaru Rabu (4/12/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Penetapan jadwal tersebut disepakati berdasarkan hasil rapat koordinasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) antara Kantor Regional BKN XII Pekanbarubersama dengan BKD Riau dan kabupaten kota se Provinsi Riau, di Pekanbaru, Kamis (9/1/2020).

"Kalau untuk Pemprov Riau ujian SKDnya mulai tanggal 27 Januari sampai 10 Februari 2020," ujarnya.

Dikatakan Ikhwan, pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan sistem CAT, dan tidak ada peluang untuk lolos jika tidak karen kemampuan para peserta sendiri.

Karena itu, ia meminta agar para peserta percaya diri, dan banyak belajar sebelum mengikuti ujian.

"Para peserta harus percaya diri dengan kemampuan sendiri. Karena itu, mesti banyak belajar, dan persiapkan diri sebelum menghadapi ujian. Karena kemampuan kita dalam menjawab pertanyaan akan menjadi tolak ukur lulus atau tidaknya," ujarnya.

Pihaknya mewanti-wanti dan mengingatkan para peserta agar fokus terhadap tujuan, dan jangan pernah percaya dengan iming-iming atau janji oknum tertentu yang mengaku bisa meloloskan dari pihak manapun.

Ikhwan Ridwan mengungkapkan, banyaknya kejadian penipuan pada penerimaan CPNS tahun lalu karena para peserta CPNS mau saja tertipu daya dengan iming-iming diloloskan oleh pihak tertentu, dengan memberikan imbalan terlebih dulu.

Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya menegaskan agar para peserta tidak percaya dengan informasi dan janji-janji seperti itu, karena hal tersebut sangat menyesatkan dan jelas penipuan.

"Kita ingatkan para peserta agar fokus, lurus dengan apa yang ingin dicapai. Jangan pernah percaya yang namanya calo, orang dalam, atau apalah istilahnya, karena hal itu adalah penipuan. Cukup banyak kita dengan kejadian sebelumnya, jangan lagi ada korban," kata Ikhwan. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved