Breaking News:

Sudah yang Kedua Kalinya, Buaya Muncul di Sekitar Pelabuhan Kabil, Nongsa, Batam

Warga dan pengunjung di Pantai Nongsa, Batam, resah karena seekor buaya dikabarkan muncul di kawasan tersebut.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
tribun batam
Kemunculan buaya di sekitar kawasan pelabuhan di Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, membuat warga dan pengunjung pantai menjadi ketakutan. 

tribunpekanbaru.com - Warga yang biasa datang ke pantai Nongsa, Batam, untuk berekreasi, kini merasa khawatir dengan kabar kemunculan buaya di pantai tersebut. Video munculnya buaya di wilayah itu, viral di media sosial.

Seorang warga Batu Besar, Nongsa, Aulia (35), mengaku cemas karena ia bersama keluarga biasa mengisi libur dengan berkunjung ke pantai di Nongsa tersebut.

"Pastinya jadi takut. Saya sering bawa istri dan anak ke pantai sana. Sekarang tentu harus waspada akibat viralnya video itu," katanya Minggu (19/1) kepada Tribun Batam.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan buaya tersebut masih berkeliaran di sekitar garis pantai tak jauh dari lokasi ditemukan pertama kali.

"Hewan buas kalau posisinya terancam akan berbahaya bagi manusia. Sekarang masih hati-hati ke pantai sampai ada kejelasan," sambungnya.

Warga lainnya, Dedi, juga mengaku khawatir selama buaya belum ditemukan. Bukan tanpa sebab, pria 34 tahun ini termasuk paling sering beraktivitas di sekitar laut Nongsa. "Kebetulan saya hobi mancing. Kalau malam-malam itu pasti mengerikan juga, karena buaya itu malam aktif dan sering muncul ke permukaan air kepalanya," tuturnya.

Dia berharap kondisi ini dapat segera disikapi pemerintah. Apalagi, saat ini Batam sedang gencar menggaungkan pariwisata untuk menggaet pengunjung. "Pantai perlu perhatian. Kasihan wisatawan," ucapnya.

Menurut warga sekitar, ini merupakan kali kedua buaya muncul di daerah itu, setelah beberapa waktu lalu sempat terlihat di tebing pantai tidak jauh dari lokasi pelabuhan.

"Kejadian ini sudah yang kedua. Pertama kali video dikirim kawan saya sesama nelayan. Kami sebagai nelayan pasti takut," terang Bob, nelayan asal Kampung Melayu Batu Besar, Nongsa, Batam, Minggu (19/1).

Menurutnya, video amatir tentang kemunculan buaya sempat menimbulkan pro dan kontra, namun Bob menegaskan kehadiran buaya itu benar adanya. "Itu yang dalam video merupakan tipe Buaya Senjulong. Sebab moncongnya panjang. Kalau dikira-kira panjangnya sekitar 2 meter lebih itu," sebutnya sambil mengatakan, buaya tipe ini berbeda dengan buaya muara atau kerap disebut buaya katak.

Buaya jenis ini, menurut Bob, pertama kali muncul sekitar Desember 2019 lalu saat musim penghujan. Munculnya hewan buas ini ke permukaan, menurutnya akibat habitat mereka sudah rusak. "Lihat sendiri lah. Laut dikeruk hingga air jadi keruh, jadi wajar saja. Kita balikin saja ke manusia kalau rumahnya diganggu," sambungnya.

Dia pun meminta instansi terkait segera ke lokasi dan mengambil tindakan. Baginya, kemunculan buaya juga berdampak pada nelayan yang mencari ikan di malam hari.

"Ngerinya orang menjaring sotong tengah malam. Itu yang kita takutkan, pas menepi rupanya buaya sudah menunggu. Kalau hewan buas terancam dia akan melakukan apa saja. Di sungai sekitar daerah kami saja sudah beberapa kali nampak. Namun warga kampung percaya, jika buaya itu tak diganggu maka dia pun tak akan mengganggu," sambungnya.

"Yang kasihan kalau yang datang sebagai wisatawan. Nanti kalau tidak tahu ada buaya, bisa bahaya. Semoga cepat direspon saja sama pihak terkait," katanya lagi. (rin/tribun batam)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved