Berita Riau

Buah ILEGAL Asal Malaysia Beredar di Riau, Terutama di Selatpanjang, Balai Karantina Kecolongan

Kita ada mengajukan surat ke kementerian tahun ini terkait impor khusus untuk kebutuhan Imlek yang pada prinsipnya barang itu tidak boleh keluar

Buah ILEGAL Asal Malaysia Beredar di Riau, Terutama di Selatpanjang, Balai Karantina Kecolongan
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Buah ILEGAL Asal Malaysia Beredar di Riau, Terutama di Selatpanjang, Balai Karantina Kecolongan 

Buah Ilegal Asal Malaysia Beredar di Riau, Terutama di Selatpanjang, Balai Karantina Kecolongan

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kurang dari sepekan menjelang perayaan Imlek, jeruk Mandarin asal mulai dijual di sejumlah pasar dan minimarket di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau.

Jeruk yang diyakini warga Tionghoa sebagai jeruk keberuntungan ini sudah menjadi icon di saat perayaan Imlek dan hanya ada saat Imlek.

Menurut warga Tionghoa, jeruk ini memiliki makna tersendiri dimana diyakini sebagai buah pembawa rejeki.

Jeruk Imlek juga ada yang dikhususkan untuk keperluan sembahyang dan ada juga untuk dimakan saat perayaan Imlek, mulai dari ukuran besar sampai kecil.

Terkait telah beredarnya buah-buah tersebut di Kepulauan Meranti, Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang merasa kecolongan.

"Kata Beacukai ada surat masuk tentang dispensasi masuknya buah untuk kebutuhan Imlek. Tapi di kami kok tak ada," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang, Drh Abdul Aziz Nasution saat dikonfirmasi Senin (20/1/2020).

Terhadap barang yang sudah beredar, pihak karantina mengaku tidak bisa melakukan penyitaan karena hal itu sudah diluar kewenangan mereka.

"Yang sudah terlanjur beredar ini kita bingung jadinya, karena ini bukan lagi gawenya kita. Wewenang kita kan adanya di pemasukan dan pengeluaran. Biasanya ada dilakukan rapat koordinasi, tapi tahun ini kok tidak ada," kata Aziz.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Aza Fahroni mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengajuan impor khusus Imlek sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved