Diskes Pastikan Virus Corona yang Bikin Orang Meninggal di Tiongkok Belum Masuk Riau

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir memastikan di Provinsi Riau belum ditemukan ada warga yang terinfeksi virus corona dari Tiongkok.

Diskes Pastikan Virus Corona yang Bikin Orang Meninggal di Tiongkok Belum Masuk Riau
Tribun Pekanbaru/Kompas.com
VIRUS Corona dari Tiongkok, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Riau 

Diskes Pastikan Virus Corona yang Bikin Orang Meninggal di Tiongkok Belum Masuk Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir memastikan di Provinsi Riau belum ditemukan ada warga yang terinfeksi virus corona dari negeri Tiongkok.

Wabah virus corona saat ini sedang membuat heboh dunia kesehatan di dunia.

Bahkan telah merenggut korban hingga meninggal dunia.

"Sampai sejauh ini belum ada laporan dari kabupaten dan kota, serta sarana pelayanan kesehatan, terkait adanya temuan kasus virus tersebut," kata Mimi, Senin (20/1/2020).

Sebagai langkah antisipasi masuknya wabah virus tersebut ke Riau, Dinas Kesehatan Riau melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) se-Riau.

Sehingga setiap ada warga pendatang dari luar Riau yang masuk melalui bandara dan pelabuhan bisa langsung dilakukan pengecekan kesehatannya.

Siap-siap, Petugas Gabungan Bakal Razia Truk ODOL Mulai Maret

Kalau ASN Pemprov Riau Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba? Urusannya Sama BNN

"Kita juga berkoordinasi dengan KKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk melalui bandara dan pelabuhan di wilayah Provinsi Riau," ujarnya.

Wabah virus misterius ini muncul pertama kali di Wuhan China, Desember 2019 lalu.

Selain di Wuhan, ada beberapa negara yang melaporkan kasus-kasus dengan suspek serupa di Wuhan, yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong.

Jumlah orang yang sudah terinfeksi virus ini mendekat angka 1.700 kasus.

Hingga saat ini dikabarkan dua orang meninggal dunia karena virus tersebut.

Tanda-tanda umum infeksi dari virus tersebut yakni gejala pernapasan, batuk, demam dan sesak nafas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal bahkan kematian. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved