Bupati Bengkalis Diperiksa KPK

BREAKING NEWS: KPK Periksa Bupati Bengkalis Amril Mukminin Sebagai Tersangka Senin Ini

Dalam kasus ini, Amril diduga menerima uang dengan nilai total sekitar Rp 5,6 miliar terkait kepengurusan proyek tersebut.

BREAKING NEWS: KPK Periksa Bupati Bengkalis Amril Mukminin Sebagai Tersangka Senin Ini
Tribunpekanbaru/theorizky
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin berjalan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Markas Komando Brimob Polda Riau, Kamis (7/6/2018). Saat itu ia dimintai keterangan terkait proses penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten bengkalis tahun Anggaran 2013 hingga 2015. KPK sudah tiga hari ini melakukan pemeriksaan di Pekanbaru dalam rangka penyidikan Tipikor ini pasca penggeledahan di kediaman dinas Bupati Bengkalis belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bupati Bengkalis Amril Mukminin dijadwakan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Senin (20/1/2020) ini.

 Amril yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis itu merupakan tersangka dalam kasus suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Bengkalis.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Dalam kasus ini, Amril diduga menerima uang dengan nilai total sekitar Rp 5,6 miliar terkait kepengurusan proyek tersebut.

Pemberian uang itu diduga berasal dari pihak PT CGA selaku pihak yang akan menggarap proyek tersebut.

Penetapan Amril sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

KPK Geledah Rumah Bupati Bengkalis, Sita Rekening Koran Amril Mukminin, Terkait Dugaan Suap Rp 5.6 M

Didukung Suami, Istri Bupati Bengkalis Amril Mukminin Maju Pilkada 2020, Mendaftar ke 2 Partai Ini

Pada kasus tersebut, KPK sudah menetapkan Sekretaris Daerah Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar, sebagai tersangka.

Adapun pada Jumat (17/1/2020) lalu, KPK mengumumkan ada dugaan korupsi di empat proyek peningkatan jalan lainnya, yakni proyek Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, Jalan Lingkar Barat Duri dan Jalan Lingkar Timur.

"Berdasarkan hasil perhitungan sementara terhadap ke empat proyek tersebut, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp 475 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri.

Dalam dugaan korupsi pada empat proyek tersebut, KPK menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka.

Kesepuluhnya, terdiri dari pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknis lapangan, serta sejumlah kontraktor. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved