Breaking News:

Limbah Minyak Menempel di Pasir Pantai, Turis Asing di Kawasan Wisata Bintan Protes

Asita Tanjung Pinang-Bintan, minta pemerintah serius mengatasi pencemaran yang terjadi di perairan tersebut.

tribun batam
Limbah minyak di pasir pantai di kawasan Lagoi, Batam beberapa waktu lalu. 

tribunpekanbaru.com - Ketua Association of Indonesian Travel Agent (ASITA) Tanjungpinang-Bintan, Safril Sembiring, menyebut limbah minyak yang mencemari kawasan resort di Lagoi dan Pantai Trikora, Bintan, Kepri, mengganggu pariwisata di daerah itu.

"Oli yang menempel di pasir pantai membuat wisatawan mancanegara (wisman) tak nyaman menikmati suasana pantai," kata Safril Sembiring, Senin (20/1).

Persoalan ini menjadi hal yang serius bagi sejumlah operator resort dan pantai di Bintan, karena setiap hari mereka harus membersihkan kotoran oli tersebut. Dia pun meminta pemerintah daerah maupun pusat untuk serius menangani permasalahan ini, agar tidak berimbas terhadap penurunan kunjungan wisman ke Bintan.

"Sudah banyak wisman yang komplain, ini tentu tidak baik. Apalagi Kepulauan Riau (Kepri) secara umum menjadi pintu masuk kunjungan wisman terbesar kedua di Indonesia setelah Bali," ucapnya.

Kepala Polres Bintan, AKBP Boy Herlambang menyatakan, limbah minyak hitam yang mengotori pantai di kawasan wisata daerah tersebut berasal dari kapal-kapal asing yang lego jangkar di perairan 'Out Port Limited' (OPL).

"Limbah itu bukan berasal dari kapal-kapal di perairan Indonesia, melainkan di-OPL, perairan perbatasan Kepri dengan Singapura dan Malaysia," kata Boy.

Ia mengatakan, tim dari Polres Bintan sudah melakukan penyelidikan dalam menangani kasus itu. Proses penyelidikan juga melibatkan berbagai pihak dari institusi pemerintahan lainnya. Kepolisian bersama Dinas Lingkungan Hidup Bintan dan Kepri sudah meninjau sejumlah pantai yang tercemar limbah minyak hitam, seperti kawasan wisata internasional, Lagoi.

"Kami sudah memantau aktivitas kapal asing di perairan OPL melalui satelit citra," ujarnya.

Kapal-kapal asing yang labuh jangkar di perairan OPL melakukan pencucian bungker minyak, dan limbahnya dibuang ke laut. Saat musim angin utara, limbah minyak hitam dari kapal itu dibawa arus ke Bintan. "Kami sudah laporkan kasus ini kepada Polda Kepri. Tentu ini sampai ke Mabes Polri," katanya.

Boy menambahkan, limbah minyak hitam yang mencemari perairan Bintan saat musim angin utara merupakan penyakit tahunan seperti yang terjadi sekarang. Penindakan sulit dilakukan lantaran pembuangan limbah dilakukan di perairan internasional. (rin/ant/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved