Sudah Masuk Hari Keempat, Dua Hektare Lahan di Guntung, Dumai, Masih Pendinginan

Ada dua hektare lahan yang terbakar, yang terdiri dari pohon karet, sawit, dan semak belukar. Petugas gabungan masih melakukan pendinginan.

Sudah Masuk Hari Keempat, Dua Hektare Lahan di Guntung, Dumai, Masih Pendinginan
tribun pekanbaru
Petugas gabungan melakukan pendinginan di lokasi karhutla di Kelurahan Guntung, Medang Kampai, Dumai. Sekitar dua hektare lahan gambut terbakar sejak beberapa hari lalu. 

tribunpekanbaru.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Dumai. Kali ini terjadi di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Karhutla ini sudah terjadi sejak Sabtu (18/1) lalu.

Sekitar dua hektare lahan gambut yang berisi tanaman karet, sawit, dan ilalang atau tanaman liar, terbakar sejak tiga hari yang lalu. Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pendinginan di lokasi tersebut.

Petugas TNI, Polri, BPBD Dumai dibantu regu pemadam kebakaran perusahaan, berjibaku melakukan pemadaman. Meski pun akses menuju ke lokasi karhutla hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira melalui Waka Polres Dumai Kompol Alex Sandi Siregar mengatakan, saat ini petugas gabungan di lapangan masih fokus melakukan pendinginan.

"Ini sudah hari keempat kebakaran lahan berlangsung. Saat ini kita masih fokus melakukan pendinginan lokasi kebakaran," kata Kompol Alex, Senin (20/1).

Ia mengatakan, pihaknya fokus dalam melakukan pendinginan lokasi kebakaran. Jika api benar-benar telah padam, proses penegakan hukum akan dilakukan. "Proses akan kita lakukan, namun saat ini kita sedang fokus melakukan pendinginan," sebutnya.

Alex menjelaskan, pemadaman dan pendinginan ini melibatkan sebanyak 40 personel dari TNI, Polri, BPBD, dan RPK perusahaan Wilmar.

"Sampai saat ini tidak ada kendala berarti, mulai dari peralatan dan air sudah mencukupi. Namun hanya akses menuju lokasi yang agak kecil, yang mengharuskan petugas menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai di TKP," jelasnya.

Dia lantas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat berdampak terhadap seluruh makhluk hidup, terutama masyarakat Kota Dumai. "Jangan membakar lahan dengan dalih apapun, karena dampak yang dirasakan sangat besar," ujarnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved