Sudah Teken MoU dengan Gubri, Perusahaan Asal Singapura Akan Kelola Stadion Utama Riau

Stadion Utama Riau akan dikelola perusahaan swasta asal Singapura. Gubri bahkan sudah manandatangani MoU dengan perwakilan perusahaan.

Sudah Teken MoU dengan Gubri, Perusahaan Asal Singapura Akan Kelola Stadion Utama Riau
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Perusahaan asal Singapura disebut akan menjadi pengelola Stadion Utama Riau. Namun belum diketahui detail kerjasama dengan Pemprov Riau. 

tribunpekanbaru.com - Stadion Utama Riau (SUR) dalam waktu dekat akan dikelola pihak ketiga. Rencananya, pihak ketiga tersebut adalah PT Sabas Lancang Kuning (SLK), sebuah perusahaan dari negara tetangga, Singapura.

Keseriusan PT SLK untuk mengurus SUR, ditandai dengan pertemuan perwakilan PT SLK, Nazar Isyam, dengan Gubernur Riau H Syamsuar pada akhir pekan lalu di sebuah hotel di Pekanbaru.

"Dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pak Gubernur dengan Nazar Isyam selaku perwakilan dari perusahaan PT Sabas Lancang Kuning," kata Kepala Dispora Riau, Doni Aprialdi kepada Tribun, Senin (20/1).

Doni menjelaskan, MoU antara perusahaan dari Singapura dengan Pemprov Riau tersebut, baru dalam batas rencana kerjasama pengelolaan SUR. Pihak investor menyatakan siap untuk membantu Riau mengelola Stadion Utama yang berkapasitas lebih dari 40 ribu penonton tersebut.

“Tapi ini baru dalam bentuk MoU. Intinya, pihak ketiga ini siap menjadi investor. Tentu ini yang menjadi keinginan dari Gubernur, agar stadion tersebut bisa dijadikan sebagai tempat menggelar berbagai event internasional," katanya.

Sebagai langkah awal, pihak ketiga tersebut bahkan sudah mendatangkan mantan pemain Brasil yang meninjau langsung stadion. Diharapkan pemain-pemain asal Brasil dan dari Eropa itu bisa bermain di Riau melalui investor.

Dijelaskan Doni, MoU antara Gubernur dan perusahaan asal Singapura tersebut, belum ada menyebutkan berapa tahun mereka akan mengelola stadion tersebut. Termasuk berapa besar investasi yang akan dimasukkan dalam pengelolaan Stadion Utama Riau.

“Jadi belum ada disebutkan berapa lamanya, termasuk berapa pendapatan dan hitung-hutungan penghasilan dari pengelolaan stadion. Tentu akan ada nanti bentuk hitung-hitungannya, agar jelas nantinya berapa mereka dan berapa kita,” sebut Doni.

“Tentu dengan masuknya mereka bisa memberikan gairah baru persepakbolaan Riau. Dengan digelarnya event internasional, mereka kan bisa mendatangkan klub dari Eropa maupun dari Brasil. Contohnya saja kemarin mantan pemain Brasil, De Santos ikut meninjau bahkan ikut bermain dan memberi pelatihan sedikit kepada anak-anak PPLP kita,” ujarnya. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved