Pekanbaru

Bakar Lahan untuk Cocok Tanam, Petani di Pekanbaru Dituntut 4 Tahun dan Denda Rp3 M, Ini Pledoinya

Pria 69 tahun bernama Syafrudin ini, tampak hanya bisa tertegun saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa

Bakar Lahan untuk Cocok Tanam, Petani di Pekanbaru Dituntut 4 Tahun dan Denda Rp3 M, Ini Pledoinya
Istimewa
Terdakwa Syafrudin, sesaat selesai menjalani sidang dengan agenda pledoi di PN Pekanbaru, Selasa (21/1/2020). 

PEKANBARU - Pria 69 tahun bernama Syafrudin ini, tampak hanya bisa tertegun saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (21/1/2020).

Warga Jalan Yos Sudarso kilometer 17, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru ini berstatus terdakwa, dalam perkara kebakaran lahan yang dihadapinya.

Terlihat dia mengenakan stelan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, lengkap dengan rompi oranye yang bertuliskan "Tahanan Kejari Pekanbaru" di punggungnya.

Pria berpeci putih ini tampak dengan seksama memperhatikan tahap demi tahap jalannya persidangan.

Tak main-main, pria dengan 1 orang istri dan 6 anak, dimana 2 diantaranya berkebutuhan khusus ini, harus menghadapi tuntutan penjara 4 tahun dan denda Rp3 miliar.

Maka dalam persidangan dengan agenda pembacaan pledoi pada Selasa ini, Syafrudin melalui Penasehat Hukumnya, Andi Wijaya SH, menyampaikan beberapa poin pembelaan.

Berharap dengan hal itu, bisa membebaskan Syafrudin dari hukuman pidana, atau minimal bisa mengurangi.

Ada alasan yang membuat Syafrudin harus mewakilkan pembacaan pledoinya tersebut.

Pasalnya, Syafrudin tak bisa membaca. Maklum, pria yang akrab disapa Si Syaf ini tak tamat sekolah dasar (SD).

Pada penutup materi pledoi, Penasehat Hukum Syafrudin, Andi Wijaya meminta majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved