Karhutla

Dua Hektar Lahan di Guntung, Dumai Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kota Dumai, kali ini terjadi di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai.

Dua Hektar Lahan di Guntung, Dumai Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pendinginan
FOTO/ISTIMEWA
Petugas melakukan upaya pemadaman Api Karhutla di Dumai. 

Dua Hektar Lahan di Guntung, Dumai Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kota Dumai, kali ini terjadi di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai.

Karhutla di kawasan ini sudah terjadi sejak Sabtu (18/1/2020) lalu.

Sekitar 2 hektar lahan gambut yang berisikan tanaman karet, sawit dan ilalang atau tanaman liar terbakar sejak tiga hari yang lalu.

Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pendinginan di lokasi tersebut.

Petugas TNI, Polri, BPBD Kota Dumai dibantu Regu Pemadam Kebakaran PT Wilmar berjibaku melakukan pemadaman.

Akses menuju ke lokasi kejadian hanya dilewati kendaraan roda dua saja.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira melalui Waka Polres Dumai,  Kompol Alex Sandi Siregar mengatakan, saat ini petugas gabungan dilapangan masih fokus melakukan pendinginan.

KAPOLDA Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti, Tak Serius Tangani Karhutla, Ini Kata Kapolres Pelalawan

Tersangka Karhutla di Riau Capai 12 Orang, Luas Lahan Terbakar 80 Hektare, Ini Rinciannya

"Ini hari keempat kebakaran lahan berlangsung, saat ini kita masih fokus melakukan pendinginan lokasi kebakaran," kata Kompol Alex, Senin (20/1/2020).

Ia mengatakan, pihaknya fokus dalam melakukan pendinginan lokasi kebakaran. Jika api benar-benar telah padam, proses penegakan hukum akan dilakukan.

"Proses akan kita lakukan, namun saat ini kita sedang fokus melakukan pendinginan," sebutnya.

Waka Polres Dumai menjelaskan, dalam pemadaman dan pendinginan sebanyak 40 personel TNI, Polri, BPBD Kota Dumai dan RPK Wilmar dikerah melakukan pemadaman kebakaran dilahan gambut tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti, mulai dari peralatan dan air sudah mencukupi. Namun hanya, akses menuju lokasi agak kecil yang mengharuskan petugas menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai di TKP," jelasnya.

Meski demikian, ia berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran yang dapat berdampak terhadap seluruh makhluk hidup, terutama masyarakat Kota Dumai.

"Jangan membakar lahan dengan dalih apapun karena dampak yang dirasakan sangatlah besar," pungkasnya. (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved