Harga TBS Sawit Riau Turun Rp 127,45

Sempat naik dalam beberapa pekan, Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau, Selasa (22/1) mengalami penurunan di semua kelompok umur.

Harga TBS Sawit Riau Turun Rp 127,45
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Buah sawit. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sempat naik dalam beberapa pekan, Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau, Selasa (22/1) mengalami penurunan di semua kelompok umur.

Untuk periode 22-28 Januari 2020 ini, harga TBS Kelapa Sawit kelompok umur 10 - 20 tahun mengalami penurunan tertinggi sebesar Rp 127,45 per kilogram (Kg).

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan penurunan untuk kelompok umur 10-20 tahun itu pada penetapan ke 3 bulan Januari 2020 ini mencapai 5,72 persen dari pekan lalu.

"Atas penurunan itu harga TBS periode saat ini menjadi Rp 2.101,96/Kg. Turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Selasa (22/1/2020).

Untuk faktor internal Defris, penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 350,41/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 289,92/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 499,00/Kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp 539,52/Kg dari harga minggu lalu," ujarnya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 955,45/Kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp 667,00/Kg dari harga minggu lalu.

"Sementara itu faktor eksternal penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh pembatasan pembelian CPO oleh India. Negara India yang merupakan pembeli CPO terbesar di dunia, mulai pekan lalu membatasi impor CPO dan olahannya dan secara informal menginstruksikan kepada pedagang untuk menghindari pembelian dari Malaysia. Upaya tersebut dilakukan India sebagai sanksi untuk Malaysia yang dinilai terlalu mencampuri urusan dalam negeri India," ujarnya.

Apalagi selama ini bursa perdagangan CPO Malaysia menjadi barometer dunia, sehingga ini juga mempengaruhi harga CPO Indonesia. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved