Breaking News:

Siswa Mogok Belajar

SISWA SMA N 3 Rambah Mogok Belajar dan Aksi Demonstrasi, Guru: Kepala Sekolah Ancam Guru Honorer

Pak Kepala Sekolah kebanyakan tidak hadir dan sering absen dalam kegiatan sekolah," ungkap Rustam kepada Tribunpekanbaru.com

Penulis: Syahrul | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
SISWA SMA N 3 Rambah Mogok Belajar dan Aksi Demonstrasi, Guru: Kepala Sekolah Ancam Guru Honorer 

SISWA SMA N 3 Rambah Mogok Belajar dan Aksi Demonstrasi, Guru: Kepala Sekolah Ancam Guru Honorer

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROKAN HULU - Berbeda dengan Wakil Kepala Sekolah SMA N 3 Rambah Siti Dualom, para guru SMA N 3 Rambah mengaku dikecewakan dengan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah SMA N 3 Rambah Kanedi.

Seorang guru SMA N 3 Rambah Rustam mengatakan, siswa mogok belajar merupakan wujud dari protes atas rasa tidak adil atas kebijakan kepala sekolah.

Rustam mengatakan, Kanedi tidak adil dalam pengambilan kebijakan dan manajerial sekolah tersebut.

"Pak Kepala Sekolah kebanyakan tidak hadir dan sering absen dalam kegiatan sekolah," ungkap Rustam kepada Tribunpekanbaru.com pada Selasa (21/1/2020).

Hal ini dibuktikan dengan sejumlah rekap absen fingerprint sekolah yang ditunjukkan oleh para guru.

Tercatat, Kanedi sebagai kepala sekolah kerap alpa dalam menjalankan fungsi kehadiran di sekolah yang dia pimpin hampir dua tahun belakangan.

"Sebagai guru, kami sudah menanyakan kepada Pak Kepala Sekolah, kenapa beliau jarang hadir. Namun, Pak Kepala Sekolah menjawab bahwa dia sibuk memperjuangkan pembangunan SMA N 3 Rambah yang belum punya gedung sendiri," ujarnya.

Sebagai guru pula, Rustam dan rekan-rekannya sudah bermusyawarah dengan Kanedi.

Namun, justeru tidak mendapatkan tanggapan yang baik.

Alhasil, para guru sepakat mengajukan surat pernyataan bersama yang menuntut agar Kanedi mau lebih rajin hadir di sekolah untuk mengurus pekerjaannya sebagai kepala sekolah.

"Ada tiga poin yang kami sepakati dalam pernyataan bersama tersebut. Diantaranya, Kepala Sekolah dinilai tidak disiplin, Kepala Sekolah dinilai tidak menjalankan tupoksinya dengan program-program yang membangun dan terakhir Kepala Sekolah dinilai lalai dalam mengedepankan kepentingan sekolah dan lebih banyak mengedepankan urusan lain yang bersifat pribadi," sampainya.

"Pernyataan Bersama ini kemudian kami tandatangani bersama dan kami sampaikan kepada Pengawas Pembina Sekolah di UPTD SMA Wilayah Rohul serta Disdik Provinsi Riau," tambah Rustam.

Di antara sejumlah kebijakan yang diambil oleh Kanedi sejak menjabat sebagai kepala sekolah SMA N 3 Rambah diantaranya adalah, memberhentikan tiga guru sebagai wakil kepala sekolah dan mengangkat satu wakil kepala sekolah yang baru.

Kanedi juga disebut-sebut mengancam sejumlah guru honorer di SMA N 3 Rambah karena ikut menandatangani pernyataan bersama tersebut.

Seorang guru honorer bernama Abdul Hamid mengaku, sempat diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

"Bahkan, saya sempat diancam setelah dikeluarkan, Pak Kepala Sekolah akan berkoordinasi dengan semua kepala sekolah se Rohul sehingga saya tak bisa mengajar dimana pun," papar Abdul Hamid yang saat ini menjabat sebagai Guru Honorer Bidang Olahraga di SMA N 3 Rambah.

Tak berhenti sampai disitu, para guru honorer diancam tidak akan dikeluarkan SK nya jika masih protes.

"Sebagai guru honorer, tentu kami takut karena status kami sangat bergantung kepada sekolah," ungkap dia.

Sebagai tindaklanjut dari ancaman dan pemberhentian para guru tersebut, seluruh tenaga pengajar di SMA N 3 Rambah sepakat hanya bekerja dengan mengajar saja dan menolak tugas tambahan lain yang dibebankan kepada para guru.

Siswa SMA Mogok Belajar dan Aksi Demonstrasi - Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved