Anggota DPR RI Asal Riau Janji Perjuangkan Riau di Pusat, Tapi Minta Diberi Data Lengkap

Selama ini, disebutkan data yang lengkap dan valid sulit didapat, sehingga menyulitkan pula memperjuangkan kepentingan Riau di pusat.

Anggota DPR RI Asal Riau Janji Perjuangkan Riau di Pusat, Tapi Minta Diberi Data Lengkap
istimewa
Anggota DPR RI asal Riau foto bersama saat bertemu dengan Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Erisman Yahya, di Komplek DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (22/1). 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 13 legislator asal Riau yang bertugas di Senayan, Jakarta, menyatakan siap untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di berbagai sektor pembangunan. Dengan syarat, Pemprov Riau harus memberikan data yang lengkap dan akurat.

Hal ini disampaikan saat acara pertemuan antara anggota DPR RI asal Riau, dengan Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Erisman Yahya, di Komplek DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (22/1).

Dalam pertemuan itu, hadir Achmad (Demokrat), Effendi Sianipar (PDIP), Abdul Wahid (PKB), dan Jon Erizal (PAN).

Pada kesempatan tersebut, Achmad menekankan agar Pemprov Riau memiliki dan memberikan data yang akurat, sebagai acuan untuk memperjuangkan kepentingan Riau di tingkat pusat. Kata dia, selama ini data yang dimiliki Pemprov Riau belum seluruhnya lengkap, dan itu sedikit menyulitkan.

"Yang menjadi kendala saat ini adalah soal data. Kami komitmen untuk memperjuangkan kepentingan Riau di pusat, asalkan kami diberikan data yang valid. Misalnya, bagaimana kita nanti bersama dengan Pemprov Riau memperjuangkan dana bagi hasil (DBH) sawit di tingkat pusat. Tolong lah beri kami data yang lengkap," kata Achmad.

Selain itu, Achmad juga berharap kepada semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk tidak segan-segan dalam memberikan masukan kepada mereka. Ia juga menegaskan, agar koordinasi tersebut harus menghilangkan kebiasaan dan pikiran bahwa semua urusan harus menggunakan uang.

"Manfaatkan lah anggota DPR RI yang ada di sini. Kami siap untuk membantu. Kami di sini dibayar, semua akses kami difasilitasi. Jadi saya tegaskan, tolong hilangkan image, pikiran, bahwa setiap usulan yang melibatkan dewan harus pakai duit. Kami jamin tidak ada," tegasnya.

Senada dengan Achmad, anggota Komisi XII DPR RI, Jon Erizal, juga berharap agar Pemprov Riau membagun komunikasi yang proaktif terhadap anggota DPR RI khususnya asal Riau. Sebab katanya, selama ini selain terkendala dengan data, juga terhalang dengan komunikasi antara Pemprov Riau dengan DPR yang tak terlalu bagus.

"Ini menarik ya, dulu kelemahan kita adalah komunikasi. Kita ingin Riau lebih maju, tapi kita tidak pernah maksimal kerjanya karena bekerja sendiri-sendiri. Untuk itu, Badan Penghubung ini harus bisa berperan dalam hal ini," harapnya.

Soal DBH sawit misalnya, sebagai wakil rakyat asal Riau, sudah sejak dulu berusaha memperjuangkan. Sebab itu, ia minta didukung dengan data-data yang lengkap.

Anggota DPR RI asal Riau juga mengapresiasi upaya Gubernur Riau dalam merebut DBH sawit. Antara lain dengan inisiatif mengumpulkan para gubernur. "Namun kalau kita punya data, senang kita berbicara," timpalnya.

Merespon hal tersebut, sebagai perpanjangan tangan Pemprov Riau di Jakarta, Erisman Yahya berjanji akan terus menjaga komunikasi dengan anggota DPR RI asal Riau.

"Posisi Badan Penghubung Provinsi Riau adalah sebagai PIC dan di setiap intansi ada LO-nya. Dan kami siap menyampaikan serta memfasilitasi semua yang berhubungan dengan kepentingan Riau untuk pusat, dan juga sebaliknya," katanya. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved