Berita Riau

Bea Cukai dan Balai Karantina Selatpanjang Riau Segel Ratusan Kotak Buah Ilegal dari Malaysia

Sebanyak 150 kotak jeruk Mandarin dengan berbagai jenis dari kapal lintas batas KM Maju Jaya diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi.

Bea Cukai dan Balai Karantina Selatpanjang Riau Segel Ratusan Kotak Buah Ilegal dari Malaysia
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Buah ilegal asal Malaysia yang bereda di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. 

 TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Ratusan kotak berisi buah jeruk mandari asal Negeri Jiran Malaysia disegel petugas Bea Cukai Selatpanjang dan Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan) Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang, Rabu (22/1/2020).

Sebanyak 150 kotak jeruk Mandarin dengan berbagai jenis dari kapal lintas batas KM Maju Jaya diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi dari negara asal buah-buahan tersebut.

Buah yang diduga akan diperjualbelikan untuk kebutuhan Imlek itu nantinya diturunkan saat kapal bersandar di Pelabuhan Pelindo Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Kotak buah itu hampir tidak diketahui oleh petugas karena disembunyikan dan berada jauh di bawah dek kapal.

Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang, Agus Supriyanto membenarkan jika pihaknya telah bekerja sama Karantina telah melakukan penegahan tersebut.

Kapolres Bengkalis Pikul Selang Sambil Jalan 1 Kilometer, Sudah Tujuh Hari di Lokasi Karhutla Riau

Pelamar Formasi Guru Pertama Jalani Tes SKD CPNS di Kuansing Riau

Dibanderol Rp 5,8 Miliar, Pindad Uji Coba Eskavator Ampibhius di Pelalawan Riau

"Iya betul, sudah kita amankan dan kita segel bersama dengan pihak Karantina. Saat ini kita tinggu pihak importir melengkapi dokumen perizinan dari karantina," kata Agus Supriyanto.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Bea Cukai akan menyerahkan barang hasil penindakan tersebut kepada Barantan Wilker Selatpanjang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilker Selatpanjang, drh Abdul Aziz Nasution mengatakan jika pengurusan surat itu tidak mungkin dilakukan.

"Tidak mungkin bisa diurus surat karantinanya, palingan nanti kita bakar buahnya," ujarnya.
Aziz mengatakan hingga saat ini pemilik dari buah-buahan ilegal tersebut belum diketahui.

"Pemilik kita belum tau, masih diproses lebih lanjut. Tadi kita baru mengamankan dan melakukan penahanan saja," pungkas Aziz.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved