Breaking News:

Banjir di Pelalawan

Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan

Akses jalan terendam, terpaksa masyarakat menggunakan sampan atau pompong untuk menyeberang," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan - foto-foto-banjir-di-desa-lubuk-kembang-bunga-kecamatan-ukui-kabupaten-pelalawan.jpg
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan - foto-foto-banjir-di-desa-lubuk-kembang-bunga-kecamatan-ukui-kabupaten-pelalawan-1.jpg
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan - posko_kesehatan_disiapkan_saat_banjir_desa_lubuk_kembang_bunga_pelalawan_warga_diminta_waspada.jpg
Istimewa
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan - puluhan_rumah_terendam_banjir_di_desa_lubuk_kembang_bunga_pelalawan_riau_transportasi_pakai_pompong.jpg
Ist
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan - breaking_news_banjir_kembali_terjang_desa_ini_di_pelalawan_riau_tinggi_air_hingga_2_meter_lebih.jpg
Ist
Foto-foto Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan

Foto-foto tambahan banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan

Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau kembali banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo, Rabu (22/1/2020).

Ketinggian air diperkirakan antaran 2 sampai 2,5 meter yang berada di bibir sungai dan merendam rumah serta bangunan yang ada sekitarnya.

Air mendadak naik lantaran kiriman dari bagian hulu Sungai Nilo yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditambah dengan intensitas hujan lokal yang tinggi di desa.

"Akses jalan terendam, terpaksa masyarakat menggunakan sampan atau pompong untuk menyeberang," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (22/1/2020).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved