Shin Tae-yong Tak Khawatir Tekanan Berat Suporter Timnas Indonesia

Shin Tae-yong sadar kursi pelatih timnas Indonesia sangat panas, tambah lagi suporter yang kerap menekan keras bila timnas tampil buruk.

Shin Tae-yong Tak Khawatir Tekanan Berat Suporter Timnas Indonesia
internet
Shin Tae-yong (kanan). 

tribunpekanbaru.com - Kursi pelatih timnas Indonesia selalu panas. Terbukti, sudah berulang kali skuad Merah Putih mengganti juru formasi, baik dari dalam maupun pelatih asing. Namun semuanya belum ada yang berhasil memberikan prestasi untuk timnas senior Indonesia. Paling tinggi, tim Garuda dibawa menjadi runner-up pada beberapa kali Piala AFF.

Pencapaian tersebut berbanding terbalik dengan timnas kelompok umur. Buktinya, timnas U-16, U-19, hingga U-22 telah membawa pulang trofi Piala AFF ke Tanah Air.

Kini harapan agar timnas Indonesia dapat meraih prestasi ada di pundak Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dipercaya menjadi suksesor Simon McMenemy yang dipecat PSSI. PSSI mengontrak Tae-yong selama empat tahun sekaligus. Ia bahkan tidak hanya diserahi tugas sebagai pelatih timnas senior saja, melainkan menjadi manajer pelatih, untuk memberi supervisi kepada seluruh timnas kelompok umur.

Namun suporter Indonesia yang terkenal sangat fanatik dalam memberikan dukungan, bisa menjadi beban sangat berat bagi pelatih 50 tahun tersebut. Suporter Indonesia tak segan melampiaskan kekesalan bila timnas kesayangan gagal bersinar. Contoh nyata dihadapi McMenemy saat menukangi timnas Indonesia. Suporter gencar menuntut agar eks pelatih Bhayangkara FC tersebut diganti karena dinilai gagal.

"Sebagai pelatih fokusnya ke pemain, bukan ke suporter. Tapi apabila timnas U-16, U-19, U-23 sampai senior meraih prestasi, tentu suporter akan senang terhadap itu," kata Tae-yong dikutip goal kemarin.

Tae-yong juga harus membuktikan dirinya layak memegang jabatan pelatih timnas Indonesia. Hal tersebut karena publik membandingkannya dengan Luis Milla, satu dari sedikit pelatih yang dapat pujian suporter meski juga gagal berprestasi. Milla tak berhasil memenuhi target di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Namun publik melihat permainan timnas berubah total sejak dipegang Milla.

"Saya pikir harus menunjukkan perkembangannya, jadi akan memulai dari bawah kemudian perlahan naik ke atas," kata Tae-yong.

Mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia Rusia lalu ini bahkan ikut langsung menyeleksi pemain timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, beberapa waktu lalu. Saat ini, para pemain pilihannya sudah berada di Chiang Mai, Thailand, untuk mengikuti pelatnas sampai 2 Februari 2020 mendatang.

Para pemain ini langsung disuguhi latihan fisik cukup berat di hari pertama mereka di Chiang Mai, Selasa (21/1) lalu. Tes fisik ini sengaja diberikan untuk mengukur tingkat kebugaran pemain. Mereka berlatih di Aline Football Camp Training.

"Kami memulai latihan di gym pada pagi hari dengan latihan ringan untuk pemulihan fisik. Pada sore hari kami langsung menggelar latihan fisik. Setelah itu akan ada tes fisik dan tes medis," kata Shin Tae-yong di laman resmi PSSI.

Fisik memang jadi fokus Shin Tae-yong di Timnas U-19 sejak awal dia direkrut PSSI. Dia ingin pemainnya tidak kedodoran di lapangan, dan harus bisa menerapkan permainan tempo tinggi sepanjang laga. "Jadi tidak parameternya tidak hanya kemampuan pemain di lapangan atau pemahaman taktikal, parameter lain pun kami lakukan," tegas Shin Tae-yong.

Selama latihan di Thailand, timnas U-19 juga diagendakan menjalani lima pertandingan uji coba melawan klub lokal dan klub asal Korea Selatan. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved