Antisipasi Masuknya Virus Corona, KKP Dumai Pantau ABK Kapal China yang Beroperasi di Dumai

KKP Dumai juga bertemu lintas instansi, dan menyiapkan ruangan isolasi di RSUD Dumai yang jadi rujukan.

Antisipasi Masuknya Virus Corona, KKP Dumai Pantau ABK Kapal China yang Beroperasi di Dumai
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pemantauan suhu tubuh penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara SSK II Pekanbaru. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai melakukan langkah-langkah pencegahan dini, untuk mengantisipasi masuknya virus corona penyebab demam panas (pneumonia) dari China. Apalagi, negara tetangga Singapura sudah mengumumkan adanya virus tersebut di negara mereka.

Kepala KKP Kelas III Dumai, Efrizon, didampingi Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemilogi, Suprapto, mengungkapkan, pencegahan dini dilakukan untuk menindaklanjuti edaran Dirjen Kemenkes Nomor PM 0402/III/43/2020.

"Kita sudah lakukan pertemuan dengan Dinkes dan RSUD Dumai sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Riau," katanya Kamis (23/1).

Selain itu, pihaknya juga bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Keagenan Kapal (INSA) Dumai. Dalam pertemuan itu disampaikan beberapa hal, termasuk melaporkan kepada pihaknya jika menemukan ada ABK kapal dari China mengalami sakit.

"Sejauh ini kita belum menemukan ada ABK kapal-kapal dari China yang terkena virus corona. Mudah mudahan jangan sampai ada," jelasnya.

Disebutkan, masa inkubasi virus corona ini 14 hari sejak seseorang terjangkit. Untuk itulah, informasi dari kapal-kapal sangat dibutuhan untuk langkah selanjutnya.

Efrizon mengatakan, jika ada informasi atau laporan gejala seseorang terkena virus corona, maka pihaknya akan melakukan penanganan intensif dan telah menyediakan ruang isolasi bagi penderita.

"Sasaran kita adalah ABK yang datang langsung dari China. Sesuai catatan dan data tahun 2019 lalu, ada 112 kapal dari China dengan ribuan ABK yang beroperasi di Dumai," sebutnya.

Bukan hanya itu, KKP juga telah mempersiapkan peralatan untuk penanganan virus corona, mulai dari baju astronot hingga ambulan yang akan membawa pasien ke RSUD Dumai sebagai tempat rujukan. "Kita juga sudah berikan surat imbauan kepada masing masing agen kapal agar virus corona ini bisa diantisipasi dan ditangani dengan cepat," tuturnya.

Belum Ada Obat
Virus Corona awalnya diketahui berjangkit di daerah Wuhan, China, pada 31 Desember 2019 lalu. Virus ini diyakini dari satwa liar yang diperdagangkan ilegal di sebuah pasar hewan di pusat Kota Wuhan. Ketika pertama kali berjangkit, 59 orang yang tinggal dekat pasar mengalami gejala seperti pneumonia.

Virus ini menyerang paru-paru dan sistem pernafasan manusia hingga mengakibatkan kematian. Virus ini bisa menular antarmanusia melalui udara.

Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengonfirmasi virus ini dari keluarga sama dengan virus SARS yang merebak beberapa waktu lalu. Dan kini, virus ini dikonfirmasi sudah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, serta Singapura.

Hingga Rabu (22/1) lalu, dilaporkan sudah ada 17 korban tewas di China. WHO juga menyatakan belum ada obat atau vaksin untuk mencegah penyakit tersebut. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved