Kasus Narkoba di Riau

Kasus Narkoba di Riau, Pengedar di Pekanbaru Dibayar Bandar Rp 3 Juta Perminggu, Ini Tugasnya

RAW bertugas mengedarkan barang haram, sesuai arahan orang yang biasa dia sebut 'Big Bos'.

Kasus Narkoba di Riau, Pengedar di Pekanbaru Dibayar Bandar Rp 3 Juta Perminggu, Ini Tugasnya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Brigjen Untung Subagyo saat memimpin ekspos terkait penangkapan pengedar narkoba di Kantor BNNP Riau, Kamis (23/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

PEKANBARU - Pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi, emuda berinisial RAW alias Robi (22), yang ditangkap Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau di Pekanbaru, ternyata dibayar oleh bandar atau pengendali, dengan nilai yang cukup besar.

"Dia dibayar Rp3 juta perminggu. Berhasil atau tidak dia mengedarkan narkotika, tetap dikasih. Artinya kalau sudah 3 bulan, dia dapat Rp36 juta," tutur Brigjen Untung Subagyo, Kepala BNNP Riau.

RAW bertugas mengedarkan barang haram, sesuai arahan orang yang biasa dia sebut 'Big Bos'.

"Kemudian dia secara manual, menghancurkan pil ekstasi yang sudah distok. Untuk dimasukkan ke dalam kapsul kosong," ucapnya.

Untuk harga jual satu kapsul berisi serbuk ekstasi, Untung memperkirakan harganya sedikit lebih mahal dari biasa.

Harga jual beda, mungkin agak sedikit mahal. Karena satu kapsul bisa 2 sampai 3 butir pil ekstasi.

"Di Riau pernah modus ini terungkap beberapa tahun lalu. Sekarang kembali lagi. Balik lagi ke pola tradisional," ungkapnya.

Dalam sehari, belum diketahui pasti berapa banyak kapsul ekstasi yang bisa dibuat tersangka.

Karena dia pun baru akan membuat, jika ada pesanan masuk.

"Diedarkan pun menunggu perintah Big Bos, ditelfon, disuruh meletakkan di tempat tertentu," urainya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved