Pilkada Riau 2020

KADER Partai Golkar Pelalawan Membelot pada Pilkada Pelalawan 2020, Ini Penjelasan Adi Sukemi

Sebagian kader Golkar terpantau ikut mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Pelalawan dengan bersanding bersama balon lain dari partai berbeda

KADER Partai Golkar Pelalawan Membelot pada Pilkada Pelalawan 2020, Ini Penjelasan Adi Sukemi
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
KADER Partai Golkar Pelalawan Membelot pada Pilkada Pelalawan 2020, Ini Penjelasan Adi Sukemi 

KADER Partai Golkar Pelalawan Membelot pada Pilkada Pelalawan 2020, Ini Penjelasan Adi Sukemi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Tensi politik di Kabupaten Pelalawan Riau terus memanas menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Bulan September tahun 2020 mendatang.

Banyak bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati bermunculan baik dari partai politik maupun tokoh pemuda serta tokoh masyarakat.

Bahkan dari satu parpol, ada beberapa kader yang berniat bertarung pada pesta demokrasi itu, seperti Partai Golkar.

Sebagian kader Golkar terpantau ikut mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Pelalawan dengan bersanding bersama balon lain dari partai berbeda.

Ada juga sebagian kader partai beringin menjadi relawan atau tim pemenangan balon yang bukan dari Golkar.

Menanggapi kondisi itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ll Golkar Pelalawan, Adi Sukemi menyatakan, adanya kader yang seakan mendukung balon dari Parpol lain merupakan hal yang biasa.

Dirinya tidak mempermasalahkan keputusan tersebut dan tidak mengganggu roda organisasi.

Pasalnya, hingga kini DPP Golkar belum menentukan calon bupati yang akan diusung pada Pilkada 2020 nanti.

Kader, pengurus, dan simpatisan Golkar masih bebas berekspresi serta medeklarasikan diri.

"Tapi jika nantinya DPP sudah menetapkan siapa calon yang diusung Pilkada, mau tidak mau semua harus mendukungnya," kata Adi Sukemi kepada tribunpekanbaru.com Jumat (24/1/2020).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan ini menerangkan, ketika keputusan pengurus pusat partai berwana kuning ini ditetapkan dan masih ada kader, pengurus, atau simpatisan yang masih membelot tentu ada konsekuensinya.

Pihaknya akan menjalankan mekanisme partai bagi oknum kader yang malah mendukung calon lain atau bahkan mencalonkan diri dari partai lain.

Ia menuding oknum kader tersebut tidak mematuhi perintah dan keputusan partai.

"Secara aturan partai akan kita jalankan, kalau ada kader yang membelot, berarti melawan perintah partai," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved