Periksa Suhu Tubuh ABK Kapal Asal China, KKP Dumai Bersama Dinkes Naik ke Kapal Asing

Dumai mengantisipasi masuknya virus corona, terutama dari kapal-kapal yang datang langsung dari China.

Periksa Suhu Tubuh ABK Kapal Asal China, KKP Dumai Bersama Dinkes Naik ke Kapal Asing
tribun pekanbaru
Petugas memeriksa suhu tubuh awak kapal MV Vung Hai yang sandar di Pelabuhan Pelindo Dumai, Jumat (24/1). 

tribunpekanbaru.com - Mengantisipasi merebaknya virus corona dari China, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai, memeriksa Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal-kapal dari China yang sandar di dermaga Pelabuhan Pelindo Dumai, Jumat (24/1).

Bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai, petugas KKP Dumai dipimpin Kepala KKP Kelas III Dumai, Efrizon, dan Sekretaris Dinkes, Syaiful, memeriksa suhu tubuh para ABK dari negara asal virus mematikan tersebut.

Saat melakukan pemeriksaan, pegawai KKP dan Dinkes menggunakan alat penlindung diri mulai dari masker, rompi, sarung tangan, dan lainnya. Satu per satu para ABK diperiksa suhu tubuhnya menggunakan alat thermal scanner.

Kepala KKP Dumai, Efrizon, didampingi Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemilogi, Suprapto, mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan menindaklanjuti edaran Dirjen Kemenkes Nomor PM.0402/III/43/2020 untuk antisipasi virus corona asal China.

"Kita sudah periksa 17 orang ABK asal China yang kapalnya sandar di dermaga Pelindo Dumai. Dari hasil pemeriksaan tidak terdeteksi hal-hal yang mendekati adanya virus corona," kata Efrizon, Jumat (24/1).

Dikatakan, saat diperiksa suhu tubuh, tidak ada ABK kapal China itu yang suhunya di atas 38 derajat celcius. "Kalau suhu tubuh lebih 38 derajat celcius, langsung observasi khusus. Kalau menyerupai virus corona langsung kita bawa ke RSUD Dumai untuk penanganan lebih lanjut," tuturnya.

Efrizon menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan RSUD Dumai untuk langkah-langkah jika mendapati ABK yang terkena virus corona. Seperti menyediakan ruangan khusus dan lain sebagainya.

Ditegaskan pula, hingga saat ini pihaknya tetap waspada karena masa inkubasi virus corona ini 14 hari sejak seseorang terjangkit. Karena itulah informasi dari kapal-kapal sangat dibutuhan untuk langkah selanjutnya.

"Sasaran kita memang ABK kapal yang datang langsung dari China. Sesuai data 2019, ada 112 kapal dari China dengan ribuan ABK yang beroperasi di Dumai," sebutnya.

Sekretaris Dinkes Dumai, Syaiful, menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah jika menemukan ABK asal China yang terindikasi virus korona. "Kita telah siapkan ruang khusus penanganan virus corona ini, ada dua ruangan di RSUD Dumai. Semoga virus ini tidak ditemukan di Dumai," harapnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved