Breaking News:

Pekanbaru

6 Bulan Bertugas Mengamankan Freeport di Papua, 92 Personel Brimob Polda Riau Kembali Ke Pekanbaru

Sebanyak 92 personel Satuan Brimob Polda Riau kembali ke Pekanbaru Setelah lebih kurang 6 bulan menjalankan tugas di Papua

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
istimewa
Wakapolda Riau Brigjen SY Hermawan didampingi Dansat Brimob Polda Riau Kombes Abdul Hasyim saat menyambut kedatangan 92 personel Brimob dari Papua, Jumat (24/1/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah lebih kurang 6 bulan menjalankan tugas, tergabung dalam Satgas Amole III mengamankan PT Freeport Indonesia di Papua, sebanyak 92 personel Satuan Brimob Polda Riau kembali ke Pekanbaru.

Rombongan tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol SY Hermawan, didamping Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Riau Kombes Pol Abdul Hasyim, dan jajaran pejabat utama di jajaran Polda Riau lainnya.

Serta rekan-rekan sesama personel Brimob, dan juga pihak keluarga.

"Sebanyak 92 personel sudah kembali hari ini. Terhitung sejak 17 Juli 2019 sampai 24 Januari 2020, kalian sudah menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi," ujar Wakapolda Riau Brigjen Pol SY Hermawan dalam kata sambutannya.

Seluruh personel dikatakan Hermawan, pada dasarnya sudah dibekali kemampuan dan keterampilan mumpuni untuk melaksanakan tugas dengan baik di lapangan.

Para personel ditegaskannya, berhasil menjaga stabilitas keamanan di PT Freeport Indonesia, di Papua.

Menurut Jenderal bintang satu ini, tugas yang diamanahkan kepada personel Brimob cukup besar.

Kondisi medan di lapangan, dan suhu ekstrim, menjadi tantangan bagi para personel untuk tetap fokus dalam menjalankan operasi pengamanan.

"Belum lagi tantangan juga datang dari faktor manusia, berupa serangan dari kelompok kriminal bersenjata di sepanjang area PT Freeport Indonesia," ungkap Hermawan lagi.

Dengan kembalinya para personel ke Satuan Induk, usai menjalankan misi di Papua, Hermawan berharap mereka bisa segera menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan kerja.

Karena ditegaskan Wakapolda, sejumlah tugas baru kini sudah menunggu jajaran personel Satuan Brimob Polda Riau.

Seperti kontinjensi bencana alam, maupun non bencana alam, yang terjadi di Riau. Misalnya banjir serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Termasuk dalam penanganan kejahatan dengan intensitas tinggi, salah satunya terorisme.

"Yang tidak kalah penting, dalam waktu dekat ini kita dihadapkan pada Operasi Mantap Praja, yaitu pemilihan kepala daerah 9 Kabupaten/Kota di Riau. Tentu ini juga punya potensi gangguan keamanan yang cukup tinggi," urainya.

"Oleh karena itu seluruh personel harus selalu waspada dan siap siaga, dalam kondisi apa pun juga," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved