Supaya Pengedar Narkoba Jera, Alasan Jaksa di Dumai Tuntut Mati Pemilik Sabu 50 Kg

Jaksa di Dumai menuntut bandar narkoba dengan barang 50 kg sabu, dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

Supaya Pengedar Narkoba Jera, Alasan Jaksa di Dumai Tuntut Mati Pemilik Sabu 50 Kg
TRIBUN PEKANBARU / DONY KUSUMA
JPU Kejari Dumai, Priandi Firdaus, SH, MH 

tribunpekanbaru.com - Terdakwa bandar narkoba sabu-sabu sebanyak 50 Kg, Ade Kurniawan, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Dumai. Tuntutan mati itu dibacakan JPU Kejari Dumai, Priandi Firdaus, pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Dumai pada 9 Januari 2020 lalu.

JPU Kejari Dumai, Priandi Firdaus mengungkapkan, tuntutan hukuman mati tersebut setimpal dengan perbuatan terdakwa yang dianggap terbukti atas kepemilikan 50 Kg sabu-sabu.

"Ini kejahatan yang sudah luar biasa, ini setimpal dengan perbuatannya. Sudah berapa banyak masyarakat atau generasi penerus bangsa yang dirusaknya. Barang bukti 50 Kg ini bukan sedikit, banyak itu," kata Priandi, Minggu (26/1).

Dengan adanya tuntutan hukuman mati ini, Priandi berharap bisa memberi efek jera kepada pelaku narkoba lainnya. "Biar ada efek jera atau rasa takut, sehingga akan berpikir seribu kali untuk berbisnis barang haram ini," terangnya.

Disebutkan, jika sabu-sabu 50 Kg ini bisa lolos, bisa dibayangkan berapa banyak generasi muda di Dumai yang hancur akibat narkoba.

"Saya rasa tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa tersebut sudah sangat pas. Biar para pengedar ataupun bandar narkoba bisa berpikir lagi untuk bisnis narkoba, kalau ketangkap bisa dihukum mati," terangnya.

Sidang perkara ini akan dilanjutkan pada Selasa besok di PN Dumai dengan agenda pledoi atau pembelaan dari terdakwa.

"Kita berharap apa yang menjadi tuntutan kita bisa dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dumai, sehingga ada contoh yang sangat kuat untuk mememberikan efek jera. Saya yakin jika ini dikabulkan oleh Hakim, para pelaku kejahatan narkoba pasti akan berpikir seribu kali untuk menjalankan bisnis narkoba," tambahnya.

Ade Kurniawan ditangkap Bareskrim Polri dalam sebuah operasi di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, pada 28 Juni 2019 silam. Ade Kurniawan ketika itu diamankan bersama barang bukti sabu-sabu seberat 50 Kg. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved