Breaking News:

Dinas Kesehatan Kepri Ternyata Lebih Takut pada DBD daripada Virus Corona

Dinas Kesehatan Kepri menyebut, penyakit DBD ada di depan mata dan angka pengidapnya terus meningkat.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
Dinas Kesehatan Rohul
Petugas melakukan fogging untuk memberantas nyamuk DBD. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyebut penyakit demam berdarah dengue (DBD) jauh lebih menakutkan dibanding isu virus corona asal China yang belakangan menggegerkan dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana menuturkan, sepanjang Januari 2020 ini saja tercatat sudah ada sekitar 70 kasus DBD yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

"Saya lebih takut DBD di banding corona, karena DBD ada di depan mata kita," kata Tjetjep di Tanjungpinang, Selasa (28/1).

Meskipun kasus DBD belum sampai memakan korban, menurutnya angka ini cukup tinggi dan mengkhawatirkan bagi pemerintah daerah.

"Dari tahun ke tahun kasus DBD di Kepri terus bertambah, perlu atensi khusus dari pemerintah maupun masyarakat," jelasnya.

Tjetjep menyampaikan, selama 2019 lalu terdapat sekitar 800 kasus DBD, dan 80 kasus di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia. "Angka itu naik signifikan jika dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 500 kasus DBD," ungkap Tjetjep.

Tingginya kasus DBD di Kepri, dikarenakan masih banyak masyarakat yang lalai melakukan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Padahal sarang nyamuk itu ada di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, pendingin, kaleng, ban bekas, serta sampah plastik yang biasa ada di halaman rumah.

Tjetjep meminta sarang-sarang nyamuk tersebut diberantas rutin sepekan sekali. Sebab siklus pertumbuhan dari telur nyamuk sampai menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu sekitar tujuh hari.

"Menguras, menutup, dan mengubur (3M) barang penampung air dan barang bekas adalah langkah utama membasmi jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal," terangnya.

Pemprov Kepri turut aktif melakukan upaya sosialisasi dan fogging (pengasapan) guna meminimalisir penyebaran nyamuk.

"Fogging atau pengasapan salah satu cara efektif membunuh nyamuk dewasa pembawa virus DBD," tambahnya. (rin/rol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved