DPN APJP Migas Indonesia Deklrasi di Sumur Tua Minas

Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang (APJP) Migas Indonesia, deklarasi di lokasi sumur minyak tertua yang terdapat di Kecam

DPN APJP Migas Indonesia Deklrasi di Sumur Tua Minas
TRIBUN PEKANBARU
Pengurus DPN APJP Migas Indonesia, berpose bersama dengan warga tempatan usai menggelar deklarasi di lokasi sumur minyak tertua yang terdapat di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang (APJP) Migas Indonesia, deklarasi di lokasi sumur minyak tertua yang terdapat di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/1/2020).

Deklarasi ini menyusul deklarasi yang sudah dilakukan secara nasional oleh DPN APJP, di Kantor APJP Migas Indonesia di Wisma BNI Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat 18 Desember 2019 lalu.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPN APJP Migas Indonesia, Helfried Sitompul mengatakan, APJP Migas Indonesia lahir karena isu nasional terkait akan berakhirnya kontrak Chevron dan peralihan ke pihak Pertamina.

APJP dijelaskannya, akan berupaya memperjuangkan keberlangsungan perusahaan jasa penunjang Migas lokal, terutama yang ada di Riau saat ini, sehingga perusahaan-perusahaan lokal bisa tetap berjalan, walau setelah peralihan terjadi nantinya.

"Hingga saat ini masih ngambang, dan belum ada kepastian. Sehingga perusahaan-perusahaan lokal bertanya-tanya, bagaimana keberlanjutan perusahaan nantinya. Karena ini bukan hanya soal pengusaha lokalnya, tapi juga tenaga-tenaga di dalamnya, dan berbagai perangkat lainnya," kata Ketua DPN APJP Migas Indonesia, Helfried Sitompul yang juga merupakan seorang pengusaha, usai deklarasi tersebut, Selasa (28/1/2020).

Dikatakan, lebih dari 1.000 perusahaan-perusahaan jasa penunjang Migas yang ada saat ini, diharapkan tetap ada dan digunakan nantinya sebagai mitra, ketika sudah dilakukan peralihan.

Ketua Dewan Pertimbangan, Peri Akri yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Riau mengatakan, pihaknya memang membuat asosiasi tersebut di tingkat nasional, dan memiliki kantor di Wisma BNI Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat.

Dengan demikian, dikatakannya, pihaknya akam lebih mudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kementerian ESDM, BUMN, dan pihak lainnya.

"Kami juga menggandeng anggota Komisi VII DPR RI asal Riau, Pak Abdul Wahid, kebetulan beliau juga cukup konsen terhadap hal ini," ulasnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved