Berita Riau

Gubernur Riau Bakal Resmikan Hasil Pemugaran Istana Peraduan Siak di Februari 2020

Rencananya, Gubernur Riau Syamsuar bakal datang meresmikan Istana Peraduan pada pertengahan Februari 2020 mendatang.

Gubernur Riau Bakal Resmikan Hasil Pemugaran Istana Peraduan Siak di Februari 2020
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Gubernur Riau H Syamsuar (tengah). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemugaran bangunan Istana Peraduan Kesultanan Siak sudah rampung. Rencananya, Gubernur Riau Syamsuar bakal datang meresmikan istana itu pada pertengahan Februari 2020 mendatang.

"Kita tinggal menunggu jadwal gubernur. Sebab dalam rapat kami direncanakan di pertengahan Februari 2020 serta menyesuaikan jadwal Pak Gubernur," kata Asisten III Setdakab Siak Jamaluddin, Rabu (29/1/2020).

Istana Peraduan berada di samping Istama Aserayah Alhasyimiyah (Matahari Timur) Siak, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Siak Sri Indrapura. Pemugaran istana tersebut dibiayai oleh dana CSR PT RAPP.

Ia menerangkan, saat ini pihaknya sedang melengkapi keterangan-keterangan barang antik yang ada di sana. Selain itu juga mengatur tata letak gambar dan barang-barang antik lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Permukiman (PU Tarukim) Siak, Irving Kahar Arifin mengatakan rekanan telah mengekspos rencana pemugaran ke kantornya sebelum pengerjaan. Ia menyetujui serta memberikan pendampingan teknis atas pekerjaannya.

"Pengerjaannya juga dibantu oleh tim ahli cagar budaya," kata dia.

Istana Peraduan hasil pemugaran itu bakal menjadi aset Dinas Pariwisata Siak dan mendukung program Siak sebagai Kota Pusaka.

"Kalau pengerjaan tidak masalah, telah sesuai kontrak. Untuk pemeliharaan bangunan masih dalam perundingan," kata dia.

Untuk diketahui, Istana Peraduan Kesultanan Siak itu didirikan pada 1915 silam. Sebagian material bangunannya didatangkan dari Eropa, seperti engsel pintu made in Belgia tahun 1902.

Istana ini digunakan sebagai tempat peristirahatan Sultan Syarif Kasim II (sultan terakhir). Setelah SSK II meninggal dunia, istana peraduan sempat ditempati keluarga Syarriefah Soud dan Syariefah Faizah.

Pemkab Siak telah memberikan uang sagu hati untuk kerabat yang menempati istana itu. Uang sagu hati itu untuk pindah ke tempat yang lebih layak ditinggali bersama keluarganya. Sedangkan istana dikelola oleh Pemkab Siak sebagai warisan pusaka dari Kesultanan Siak. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved