Breaking News:

Antisipasi Virus Corona

Imigrasi Riau Langsung Deportasi WNA China Jika Terindikasi, Langkah Antisipasi Virus Corona

Selanjutnya disebutkan Mujiyono, WNA asal China itu akan dicek langsung kondisi fisik dan kesehatannya untuk antisipasi Virus Corona.

Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
FOTO ILUSTRASI - Mengantisipasi merebaknya virus corona penyebab demam panas (Pneumonia) dari China, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai, melakukan pemeriksaan terhadap anak buah kapal (ABK), kapal-kapal dari Cina yang bersandar di dermaga Pelindo. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Riau agar untuk sementara ini tidak bepergian dulu ke luar negeri.

Khususnya ke negara-negara yang saat ini sedang terjangkit wabah virus corona ini.

Sebab virus ini sangat membahayakan dan mudah menular ke tubuh manusia.

"Jangan berpergian ke luar negeri, karena virus corona memang saat ini sedang mewabah di luar negeri. Jadi ditunda lebih dahulu, kalau ada kegiatan dan rapat-rapat sebaiknya dilaksanakan diaalam negeri saja dulu, katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Riau yang baru tiba dari luar negeri dan badanya merasa tidak enak, meriang atau demam dengan panas suhu badan diatas 28 derajat celsius agar segera mendatang rumah sakit untuk dilakukan pengobatan.

"Kalau ada tetangga dari luar negeri yang tiba-tiba badannya panas, demam, suhu badan diatas 38 derajat, segera dibawa ke rumah sakit," sebutnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistis (BPS) Provinsi Riau, tercatat mulai Januari hingga November 2019 lalu jumlah wisatawan asal Tiongkok yang masuk ke Riau sebanyak 2.258 orang.

Lalu dari Amerika Serikat sebanyak 2.876 orang, dari Australia 1.381 orang.

Jika dirata-ratakan, dengan jumlah ini rata-rata ada 542 orang per bulannya bertandang ke Riau, dari ketiga negara itu, termasuk diakhir tahun lalu.

wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu masuk utama Bandara SSK II sebanyak 39.547 orang, Pelabuhan Internasional Dumai 11.091 wisatawan mancanegara, Pelabuhan Internasional Bengkalis 4.445 wisatawan mancanegara.

Kemudian, pelabuhan Internasional Selat Panjang sebanyak, 1.127 wisatawan mancanegara dan pelabuhan lainya sebanyak 95.436 wisatawan mancanegara, dalam kurun waktu Januari-November 2019.

Sejumlah negara telah mengkonfirmasi bahwa sebaran virus Corona telah sampai dan menyerang orang-orang di negaranya.

Terkini, Singapura yang menyatakan bahwa serangan virus mematikan itu sudah masuk ke negaranya.

Jalur masuk wisatawan dibatasi, terumata mereka yang melancong dari China.

Sejumlah negara lainnya juga sudah terpapar virus ini, diantaranya, Amerika Serikat (AS), Jepang, Thailand, Australia, dan Korea Selatan.

Riau merupakan salah satu daerah tujuan kunjungan para wisatawan asing, artinya juga berpotensi terpapar virus tersebut.

Virus Corona dapat menyebabkan gejala Pneumonia–infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

Masyarakat Provinsi Riau diimbau agar tidak panik menanggapi isu virus corona atau novel coronavirus (nCoV) dari Kota Wuhan, China.

Ia juga memberikan pemahaman, bahwa virus corona ini merupakan pneumonia yang merupakan infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

"Gejala yang muncul pada pneumonia ini diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak sekaligus sulit bernafas. Dan beberapa kondisi sering ditemukan pada orang yang lanjut usia, atau memiliki penyakit penyerta lain," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir pekan lalu.

Untuk itu, Mimi mengharapkan supaya masyarakat jangan panik, tetap waspada kalau mengalami demam, batuk disertai kesulitan bernafas dan segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat, selalu menjaga kebersihan kepada tangan secara rutin terutama saat memegang mulut, hidung dan mata.

"Seterusnya, menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk, ketika memiliki gejala saluran napas gunakan masker dan segera berobat kelayanan kesehatan terdekat, hindari menyentuh hewan atau burung, hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved