Gakkum KLHK Riau Ambil Sampel Air Laut Dalam Lanjutan Proses Tumpahan CPO PT SDS di Dumai

Peristiwa tumpahnya CPO milik PT SDS saat disalurkan ke kapal di Dumai, terus diproses oleh Gakkum KLHK dengan mengambil sampel air laut.

Gakkum KLHK Riau Ambil Sampel Air Laut Dalam Lanjutan Proses Tumpahan CPO PT SDS di Dumai
tribun pekanbaru
Tumpahan CPO membuat perairan di sekitar pelabuhan khsus SDS terlihat menguning dan mencemari lingkungan di sekitarnya. CPO tumpah saat sedang dimuat ke dalam kapal tanker. 

tribunpekanbaru.com - Crude Palm Oil (CPO) milik PT Sari Dumai Sejati (SDS), Group Apical, di Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, tumpah ke laut pada Selasa (28/1) lalu. Insiden tumpahnya CPO dan mencemari lingkungan ini, mendapat penanangan lebih lanjut.

Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Riau mendatangi lokasi kejadian dan mengambil sampel air laut, didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai.

Kepala DLH Kota Dumai, Satrio Wibowo melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kota Dumai, Afdal, mengatakan, setelah kejadian tumpahan CPO milik PT SDS tersebut, pihaknya langsung membuat berita acara dan melaporkan kejadian itu ke Gakkum KLHK Riau.

"Kejadian itu langsung kami laporkan ke Gakkum KLHK Riau. Mereka sudah datang ke lapangan mengambil sampel air laut di lokasi tumpahnya CPO milik PT SDS," katanya Jumat (31/1).

Afdal menjelaskan, Gakkum KLHK juga sedang melakukan verifikasi lapangan untuk mencari tahu penyebab tumpahnya CPO tersebut. Sampel yang diambil akan diperiksa di laboratorium yang terakreditasi.

"Sampel akan diperiksa di laboratorium yang terakreditasi. Kita memang punya labor untuk memeriksa namun belum terakreditasi," sebutnya.

Terkait penyebab tumpahnya CPO, laporan yang diterima dari PT SDS, CPO tesebut tumpah akibat selang yang menyalurkan CPO putus pada saat penyaluran ke kapal tanker.

Mengenai berapa banyak minyak yang tumpah dan mencemari laut itu, Afdal belum menjawab. Namun menurut keterangan dari Humas PT SDS Dumai, Kamero Bangun, minyak sawit yang tumpah itu sebanyak 500 kilo.

"Kami mengingatkan perusahaan agar melakukan pemeliharaan peralatan yang digunakan, pemeriksaan berkala harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tutur Afdal.

Peristiwa tumpahnya CPO mencemari perairan terjadi pada Selasa (28/1) pag lalu sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu sedang dilakukan pemuatan CPO ke dalam kapal tanker. Namun di tengah kegiatan memuat CPO tersebut, selang penyalur pecah dan putus, membuat ratusan liter minyak CPO tumpah ke laut dan mencemari lingkungan sekitarnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved