Kepulauan Meranti

DBD Renggut Nyawa Seorang Balita, Dinkes Kepulauan Meranti Lakukan Investigasi

Di awal tahun 2020 ini kasus DBD memakan korban seorang balita berumur 11 bulan.

DBD Renggut Nyawa Seorang Balita, Dinkes Kepulauan Meranti Lakukan Investigasi
ist
Nyamuk DBD 

MERANTI - Di awal tahun 2020 ini kasus DBD di Kepulauan Meranti Riau memakan korban seorang balita berumur 11 bulan.

Melalui kejadian ini pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti telah melakukan investigasi untuk mengetahui mengapa sang anak sampai bisa meninggal.

Dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa faktor utama hingga meninggalnya sang bayi karena terlambat ditangani oleh pihak medis.

"Hasilnya karena keterlambatan membawa (dari pihak keluarga)," ujar Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kepulauan Meranti Muhammad Fahri, SKM Minggu (2/2/2020).

Dikatakan Fahri awalnya sang anak mengalami demam dan hanya dirawat di rumah.

Hal itu terjadi selama tiga hari hingga akhirnya terkahir dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti.

"Setelah tiga hari itu dibawa ke bidan desa, terus ke puskesmas sudah tiga hari demam. Kemudian pihak puskesmas langsung merujuk ke RSUD," ujar Fahri.

Fahri mengatakan setelah sampai di RSUD kondisi sang bayi telah Dengue Shock Syndrom (DSS) sehingga sudah sangat lemah.

"Kondisinya sudah kritis, jadi dari pihak rumah sakit bilang seperti itu," ujar Fahri.

Dirinya mengatakan bahwa pihak keluarga sebelumnya tidak mengetahui bahwa sang anak mengalami DBD. "Mungkin dikasi obat Paracetamol, dan obat lainnya, tapidia tidak diketahui bahwa dia demam berdarah, setelah sampai rumah sakitlah baru tahu," ujar Fahri.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved