CPNS

Ini Sistem Perankingan Untuk Tes SKB CPNS, Yang Lulus SKD Jangan Senang Dulu

Sistem perankingan membuat peserta yang lulus SKD CPNS belum tentu bisa mengikuti tes SKB

TRIBUN PEKANBARU / DONY KUSUMA
Ini Sistem Perankingan Untuk Tes SKB CPNS, Yang Lulus SKD Jangan Senang Dulu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bagi peserta seleksi CPNS yang lulus tes seleksi kompetensi dasar (SKD) harus berhadapan dengan sistem perankingan.

Sebab itu, para peserta yang lulus tes SKD jangan berpuas diri dulu. 

Sistem perankingan yang diterapkan oleh BKN secara digital bisa saja menghambat para peserta yang lulus SKD untuk bisa mengikuti tes CPNS tahap selanjutnya.

Untuk mengetahui bisa tidaknya para peserta yang lulus SKD mengikuti SKB juga harus menunggu pengumuman selanjutnya.

Artinya, tidak ada jaminan jika lolos tes SKD bisa mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Petugas sedang memeriksa peserta yang akan mengikuti Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN Kantor Regional XII, Pekanbaru sebelum memasuki ruang ujian, Senin (27/1/2020). (www.tribunpekanbaru/Doddy Vladimir)
Petugas sedang memeriksa peserta yang akan mengikuti Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN Kantor Regional XII, Pekanbaru sebelum memasuki ruang ujian, Senin (27/1/2020). (www.tribunpekanbaru/Doddy Vladimir) (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono mengatakan, terdapat beberapa ketentuan agar peserta dapat lolos ke jenjang berikutnya yakni tes SKB.

"Peserta harus lolos dan memenuhi passing grade saat mengikuti tes SKD," kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/2/2020).

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 23 tahun 2019.

"Peserta yang lolos passing grade belum tentu bisa ikut SKB. Karena yang ikut SKB adalah jumlah kebutuhan formasi dikalikan 3," kata Paryono.

Ia mencontohkan, kebutuhan formasi sebanyak 8 orang, angka formasi itu dikalikan 3.

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved