Breaking News:

Karhutla Sejak Awal 2020 di Wilayah Bintan Sudah Hanguskan Sekitar 15 Hektare

Wilayah Bintan, Kepri, sudah dilanda karhutla sejak awal 2020. Hingga kini, karhutla tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

tribun batam
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di hutan di kawasan Galang Batang, Kabupaten Bintan. Hingga Minggu (2/2), kawasan hutan di wilayah ini masih terjadi. 

tribunpekanbaru.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, masih belum juga tuntas hingga akhir Januari 2020. Setidaknya sudah ada belasan hektare lahan dan hutan yang hangus dilalap api sejak awal 2020 ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Toapaya, Nurwendi, menuturkan, belasan hektare lahan dan hutan yang terbakar di wilayah Bintan di Bulan Januari 2020 diperkirakan mencapai 15 hektare.

"Lokasi karhutla kebanyakan terjadi di Simpang Gesek Km 24, Bukit Zaitun Kangboy, Galang Batang, Trikora, dan di daerah Toapaya," terangnya Minggu (2/2).

Nurwendi menyebutkan, UPT Damkar Toapaya baru menangani karhutla di wilayah Galang Batang pada Sabtu (1/2) lalu. Satu unit mobil damkar diturunkan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran yang terjadi di beberapa titik.

"Titik kebakaran berada di tengah hutan serta tidak ada akses jalan untuk menjangkau lokasi kebakaran. Kami tidak bisa memadamkan api dan kebakaran dengan cepat, saat ini masih terjadi kebakaran di bagian tengah hutan Galang Batang tersebut," ungkapnya.

urwendi menduga, karhutla yang terjadi di beberapa lokasi di Bintan terdapat unsur kesengajaan. "Hutan yang kondisinya sudah kering akibat kemarau sangat mudah terbakar," ucapnya.

Dari data Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Khusus Kecamatan Gunung Kijang, Teluk Bintan dan Toapaya, kasus karhutla sepanjang 2019 di Kabupaten Bintan berjumlah 125 kasus. Hal itu diketahui dari rekapitulasi data karhutla yang ditangani sejak Januari hingga Agustus 2019.

"Paling banyak itu memasuki Juli hingga Agustus. Bahkan dalam satu hari ada tiga titik karhutla di beberapa lokasi," terang Nurwendi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin menuturkan, pihaknya tidak tinggal diam atas karhutla yang terjadi di wilayah Bintan di 2020. Pihaknya melakukan menyelidiki penyebab dan siapa pelaku karhutla tersebut.

"Sampai sejauh ini pelakunya belum ada kami tangkap. Namun kami sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab dan siapa pelaku pembakaran itu," ucapnya.

Berdasarkan pasal 108 UU Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan, pelaku pembakaran hutan bisa diancam penjara 12 tahun dan denda Rp10 milliar.

"Maka dari itu, saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sembarangan. Karena jika sengaja membakar lahan dan hutan akan terjerat kasus karhutla dan dipidanakan," kata Agus. (rin/tribun batam)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved