Berita Riau

Dafa Bukan Korban Pertama Tewas di Kolam Bekas Galian C Pelalawan Riau

M Dafa Aulia Ritonga yang tewas tenggelam di kolam bekas galian C, Sabtu (1/2/2020) lalu ternyata bukan korban yang pertama.

Dafa Bukan Korban Pertama Tewas di Kolam Bekas Galian C Pelalawan Riau
ISTIMEWA
Jenazah bocah kelas 5 SD di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan bernama M Dafa saat dievakuasi tim Satpol PP dan Damkar dari kolam bekas galian alat berat pada Sabtu (1/2/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Muhammad Dafa Aulia Ritonga yang tewas tenggelam di kolam bekas galian C, Sabtu (1/2/2020) lalu ternyata bukan korban yang pertama.

Sebelumnya, ada bocah lain bernama Rizky yang meninggal karena tenggelam di kolam beka kerukan alat berat di Simpang Kualo, tepat di dekat komplek kuburan dan areal yang sering digunakan untuk motor cross.

Anak berusia 8 tahun itu tewas pada 24 Desember 2019 lalu saat bermain di dekat kolam maut tersebut.

"Korban sebelumnya, anak dari pegawai RSUD Selasih yang tinggal di daerah Simpang Kualo Pangkalan Kerinci. Kasihan anak-anak sudah dua orang korban kolam galian C," tutur Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Ramdani Kamal, Senin (3/2/2020).

Ramdani menjelaskan, informasi yang diterimanya dari ibu korban hari naas itu, Rizky minta izin ingin bermain hujan.

Pada sore itu, korban bersama teman-temannya mandi hujan di dekat lokasi bekas galian C di Simpang Kualo.

Diduga mereka berenang di kolam sedalam 2 meter itu hingga akhirnya korban tenggelam

Temannya sesama bocah tak berani menolongnya dan memilih pulang ke rumah korban serta melaporkan kejadian itu ke orangtua Rizky. Dengan cepat keluarga korban menuju kolam dan
berenang mencari anaknya hingga ditemukan tak bernyawa lagi.

"Harus ada tindakan tegas terhadap pengusaha yang membiarkan kolam galian C begitu saja," tambah Ramdani.

Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, menyatakan akan memanggil pengusaha pemilik izin galian C dengan kolam maut itu.

Untuk memberika peringatan kepada pemiliknya agar tidak meninggalkan kolam berisi air di tengah kerukan tanah liat. Supaya tidak menimbulkan korban jiwa lagi ke depan.

"Sebab banyak anak-anak yang bermain di wilayah galian C dan tak bisa dikontrol langsung," tukas Abu Bakar.

Namun, kata Abu Bakar, perihal izin galian C bukanlah kewenangan Pemkab Pelalawan, tetapi dikeluarkan oleh Distamben Provinsi Riau. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved