Gawat Darurat Virus Corona

Kombinasikan Obat HIV dan Flu, Thailand Klaim Mampu Obati Virus Corona

Wabah Virus Corona Kota Wuhan, China yang menyebabkan ratusan orang tewas, dan dinyatakan status darurat global oleh organisasi kesehatan Dunia, WHO.

Kombinasikan Obat HIV dan Flu, Thailand Klaim Mampu Obati Virus Corona
TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/ANDY
Petugas mengevakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). 

Kombinasikan Obat HIV dan Flu, Thailand Klaim Mampu Obati Virus Corona

Wabah Virus Corona Kota Wuhan, China yang menyebabkan ratusan orang tewas, dan dinyatakan status darurat global oleh organisasi kesehatan Dunia, WHO.

Di tengah keputusasaan, Thailand mengklaim mampu menciptakan obat Virus Corona Wuhan dengan menggunakan Cocktail.

Dokter Thailand telah melihat keberhasilan dalam mengobati kasus virus corona dengan menggunakan kombinasi ini untuk flu dan HIV. 

Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan 48 jam setelah menerapkan pengobatan.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) melihat gambar video dari pasien virus corona di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Nonthaburi
Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) melihat gambar video dari pasien virus corona di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Nonthaburi (france24)

Para dokter dari Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok mengatakan pendekatan baru dalam pengobatan virus corona telah memperbaiki kondisi beberapa pasien yang dirawat, termasuk seorang wanita Cina berusia 70 tahun dari Wuhan yang menunjukkan positif terkena virus corona selama 10 hari.

Perawatan obat termasuk campuran obat anti-HIV lopinavir dan ritonavir dengan kombinasi obat flu oseltamivir dalam dosis besar.

"Ini bukan obatnya, tetapi kondisi pasien telah jauh membaik. Dari tes positif selama 10 hari di bawah perawatan kami, setelah menerapkan kombinasi obat ini hasil tes menjadi negatif dalam waktu 48 jam," ujar Dr. Kriangska Atipornwanich, seorang spesialis paru-paru di Rajavithi dilansir dari Reuters.

"Dari kelelahan sebelumnya, dia bisa duduk di tempat tidur 12 jam kemudian," tambahnya.

Ia menjelaskan meski memiliki prospek yang bagus, namun perlu adanya penelitian lebih lanjut. 

Halaman
123
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved