Breaking News:

Leopard Mati Akibat Virus di Usus. Polisi Minta Keterangan Dokter dan Pengelola Kasang Kulim

Petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, saat ini sedang melakukan pendalaman atas kematian anakan leopard.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Hendra Efivanias
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia. 

Leopard Mati Akibat Virus di Usus. Polisi Minta Keterangan Dokter dan Pengelola Kasang Kulim

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menerangkan perihal penyebab kematian anak leopard di Kebun Binatang Kasang Kulim, pada Jumat (31/1/2020) lalu.

Dimana, Kebun Binatang Kasang Kulim ini, pembinaannya ada di bawah Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Anakan leopard ini merupakan titipan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, yang berhasil diamankan bersama sejumlah jenis satwa lainnya dari dua tersangka sindikat penyelundupan dan perdagangan satwa internasional.

Kapolda mengatakan, leopard itu mati akibat adanya virus di ususnya.

"Penyebab sudah diketahui, karena virus di ususnya," terangnya, Minggu (2/2/2020) malam.

Sementara itu, petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, saat ini sedang melakukan pendalaman atas kematian anakan leopard itu.

Disdik Riau Siap Laksanakan UN. Tahun Terakhir Pakai Sistem UNBK

"Kita dapat informasi kematian pada Minggu siang. Setelah mendapat informasi itu, tim kami dari Subdit IV langsung melakukan pengecekan ke lokasi," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Senin (3/2/2020).

Lanjut Andri, ternyata saat dicek, memang benar hewan itu sudah mati. Bahkan sudah dilakukan nekropsi oleh tim dokter oleh BBKSDA Riau, mulai Jumat malam sampai Sabtu dini hari.

"Jadi kami jemput bola ke lokasi memastikan, ternyata benar. Hari Senin ini BBKSDA sudah menyampaikan perihal kematian leopard tersebut, serta data-data terkait hewan tersebut," tuturnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved