Pelalawan

NEWS VIDEO: KOLAM MAUT, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Galian C di Pelalawan

Ada bocah Rizky yang meninggal dunia karena tenggelam di kolam bekas kerukan alat berat di Simpang Kualo, tepat di dekat komplek kuburan dan areal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Bocah kelas 5 SDN 007 Pangkalan Kerinci, Muhammad Dafa Aulia Ritonga, ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian C yang berada di belakang kantor camat pada Sabtu (1/2/2020).

Dafa didapati di dasar kolam seluas lapangan tennis itu yang terbentuk karena galian alat berat di kebun sawit yang tak jauh dari Jalan Sultan Syarif Hasim.

Ketika diberikan pertolongan medis, nyawa bocah berusi 11 tahun yang masih berseragam pramuka itu tak bisa lagi diselamatkan.

Ternyata Dafa bukan korban pertama yang meregang nyawa di dalam kolam bekas galian C milik pengusaha di Pangkalan Kerinci.

Ada bocah Rizky yang meninggal dunia karena tenggelam di kolam bekas kerukan alat berat di Simpang Kualo, tepat di dekat komplek kuburan dan areal yang sering digunakan untuk motor cross.

Anak berusia 8 tahun itu tewas pada Selasa 24 Desember 2019 sore lalu saat bermain di dekat kolam maut tersebut.

"Korban anak dari pegawai RSUD Selasih yang tinggal di daerah Simpang Kualo Pangkalan Kerinci. Kasihan anak-anak sudah dua orang korban kolam galian C," tutur Kepala Tata Usaha (KTU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci, Ramdani Kamal, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (3/2/2020).

Ramdani menjelaskan, informasi yang diterimanya dari ibu korban hari naas itu putra minta izin ingin bermain hujan.

Pada sore korba bersama teman-temannya amndi hujan di dekat lokasi bekas galian C di Simpang Kualo. Diduga mereka berenang di kolam sedalam dua mete itu hingga akhirnya korban tenggelam

Temannya sesama bocah tak berani menolongnya dan memilih pulang ke rumah korban serta melaporkan kejadian itu ke orangtua Rizky.

Dengan cepat keluarga korban menuju kolam dan berenang mencari anaknya hingga ditemukan tak bernyaw lagi.

"Harus ada tindakan tegas terhadap pengusaha yang membiarkan kolam galian C begitu saja," tambah Ramdani.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pelalawan, Abu Bakar FE, menyatakan akan memanggil pengusaha pemilik izin galian C dengan kolam maut itu. Untuk memberika peringatan kepada pemiliknya agar tidak meninggalkan kolam berisi air di tengah kerukan tanah liat. Supaya tidak menimbulkan korban jiwa lagi kedepan.

"Sebab banyak anak-anak yang bermain di wilayah galian C dan tak bisa dikontrol langsung," tukas Abu Bakar.

Namun, kata Abu Bakar, perihal izin galian C bukanlah kewenangan Pemkab Pelalawan, tetapi dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Riau. Alhasil pihaknya sebagai aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk mengevaluasi maupun mencabut izin. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved