Air Masih Berpotensi Meninggi, 186 Jiwa Terdampak Banjir di Karang Dapo Muratara, Sumsel

BPBD setempat menyebut ketinggian air masih mungkin meninggi, karena di bagian hulu air masih banyak dan curah hujan masih tinggi.

Air Masih Berpotensi Meninggi, 186 Jiwa Terdampak Banjir di Karang Dapo Muratara, Sumsel
tribun sumsel
Desa Karang Dapo, Kabupaten Muratara, Sumsel, mulai dilanda banjir pada Selasa (4/2). BPBD setempat menyebut ketinggian air masih berpotensi bertambah. 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 186 jiwa terdampak banjir di Kelurahan Karang Dapo dan Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Jumlah ini berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara.

"Jumlah yang terdampak ada 186 jiwa," kata Kepala BPBD Muratara, Syarmidi, melalui Kabid Kesiapsiagaan Bencana, Zazili, kepada Tribun Sumsel, Selasa (4/2).

Dia memprediksi, banjir akibat luapan air Sungai Rawas ini masih akan meningkat, dikarenakan air kiriman dari hulu Sungai Rupit dan Rawas masih cukup tinggi. Banjir ini juga dapat merambat ke sejumlah desa di Kecamatan Rawas Ilir yang berada di hilir Kecamatan Karang Dapo.

"Informasi dari tim kami di lapangan, air dari hulu sungai masih tinggi, kemungkinan banjir di Karang Dapo ini masih akan meningkat. Setelah itu nanti merambat ke Rawas Ilir," katanya.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir agar selalu waspada dan tetap siaga terhadap kemungkinan bencana banjir.

"Untuk kondisi sekarang ini masih aman-aman saja, belum terjadi apa-apa, namun masyarakat kami imbau tetap waspada," katanya.

Banjir mulai merendam pemukiman penduduk di kawasan ini sejak Selasa dinihari. Wilayah ini memang diguyur hujan deras sejak beberapa hari terakhir, membuat air sungai meluap. Saat ini, ketinggian air di wilayah itu bervariasi, paling tinggi sepaha orang dewasa.

"Kalau untuk aktivitas sehari-hari warga pakai perahu, kalau dibilang terganggu ya terganggu, tapi tidak sampai lumpuh," kata Aziz, seorang warga setempat.

Pelayanan masyarakat seperti Puskesmas maupun sekolah menurutnya juga tidak terganggu karena masih belum terendam banjir. Selain itu, warga juga masih bertahan di rumah karena mayoritas memiliki rumah panggung. Sedangkan bagi warga yang rumahnya sudah terendam, sudah mengungsi ke rumah saudaranya. (rin/tribun sumsel)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved