Berita Riau

Beredar Voucher Layanan Prostitusi di Riau Atas Nama Red 9 Hotel Meranti, Diduga dari Wanita Malam

Bahkan baru-baru ini tersebar secara online sebuah voucher layanan seks yang mengatasnamakan Red 9 Hotel yang ada di Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Beredar Voucher Layanan Prostitusi di Riau Atas Nama Red 9 Hotel Meranti, Diduga dari Wanita Malam
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Beredar Voucher Layanan Prostitusi di Riau Atas Nama Red 9 Hotel Meranti, Diduga dari Wanita Malam-Ilustrasi-Wanita di dalam foto bukanlah pelaku seks komersial, hanya ilustrasi. 

Beredar Voucher Layanan Prostitusi di Riau Atas Nama Red 9 Hotel Meranti, Diduga dari Wanita Malam

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Sejumlah penginapan di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti disinyalir kerap dijadikan oknum Pekerja Seks Komersial (PSK) dan lelaki hidung belang sebagai tempat prostitusi berbasis online.

Dari hasil penelusuran Tribunpekanbaru.com, para wanita penjaja seks semalam ini banyak menggunakan aplikasi chating yang ada di smartphone untuk menggaet pelanggan.

Bahkan baru-baru ini tersebar secara online sebuah voucher layanan seks yang mengatasnamakan Red 9 Hotel yang ada di Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Sementara itu Manager Hotel Red 9, Christina saat dikonfirmasi terkait isu yang menyebut ada dugaan praktik prostitusi di hotelnya, dirinya menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

"Kami tidak mengetahui hal itu dan informasi ini baru pertama kali kami dengar. Yang jelas kami menolak hal yang seperti itu disini," ujar Christina.

Bahkan Christina mengatakan bahwa hotel mereka memiliki konsep hotel keluarga, sehingga tidak ada hiburan mewah yang tersedia.

"Ini hotel konsep nya keluarga, disini juga tidak ada KTV, Spa dan hiburan lainnya, dulu memang pernah ada ramai-ramai di kamar tapi kami usir. Kita hanya punya kamar dan ruang meeting," ujarChristina.

Dirinya mengatakan bahwa apabila hal itu benar maka rekening yang tersedia di voucher haruslah atas nama Red 9 Hotel.

"Kalau pun memang benar, seharusnya vouchernya menggunakan nomor rekening hotel, sedangkan ini rekening pribadi," ujar Christina.

Menurut Christina, pihaknya merasa dirugikan atas isu yang tersebar bahwa ada prostitusi di Hotel Red 9.

Menurut dia, manajemen tidak diperkenankan berbuat asusila.

Apalagi tamu yang tidak jelas kepentingannya di hotel.

"Karyawan disini muslim semua dan mereka semua rajin sholat. Termasuk wanita malam, kami tidak mengizinkan untuk berbuat macam- macam, kami hanya ingin cari uang yang halal, kecuali wanita itu bawaan dari tamu yang datang. Dengan adanya isu ini kami merasa dirugikan dan akan melaporkan oknum wanita itu atas dugaan pencemaran nama baik," pungkas Christina.

Prostitusi di Riau - Tribun Pekanbaru.com / Teddy Tarigan.

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved