Breaking News:

Kakek Syafrudin Divonis Bebas

BREAKING NEWS: Divonis Bebas, Kakek Syafrudin Terdakwa Pembakaran Lahan di Pekanbaru Peluk Istri

Kebakaran lahan hanya 20x20 meter. Pun, Syafrudin tidak tahu persis tentang apa sebenarnya yang terjadi, hingga dia harus berhadapan dengan hukum.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Syafrudin, kakek petani berusia 69 tahun di Pekanbaru, terdakwa dalam kasus pembakaran lahan seluas 20x20 meter divonis bebas oleh Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru saat sidang dengan agenda pembacaan putusan, Selasa (4/2/2020). Kakek Syafrudin (69) sebelumnya didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Pekanbaru karena membakar lahan seluas 20x20 meter dengan tuntutan 4 tahun penjara dan denda Rp3 miliar. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Kebakaran itu juga tidak sampai 2 hektare tapi hanya 20x20 meter.

"Bukan suatu tindakan pidana sebagaimana mana pasal yang didakwakan penuntut umum karena lahan tidak mencapai 2 hektare," bebernya.

Selain menyatakan Syafrudin tidak bersalah, majelis hakim juga memerintahkan JPU membebaskan terdakwa dari tahanan.

Lalu memulihkan harkat dan martabat terdakwa.

Sebelumnya, JPU menuntut Syafrudin dengan hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 3 miliar subsider 6 bulan kurungan.

JPU mendakwa Syafrudin melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 huruf h dan Pasal 98 ayat (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Tuntutan JPU ragu-ragu dan tidak memperhatikan fakta di persidangan.

Syafrudin merupakan petani kecil, warga Muara Fajar, Rumbai, Pekanbaru. Dia ditangkap tanggal 17 Maret 2019 oleh Polresta Pekanbaru.

Sehari-hari, Syafrudin bergantung hidup pada hasil tanaman palawija yang ditanamnya, dengan cara menumpang di lahan orang lain.

Seperti jagung, ubi, kacang-kacangan, dan lain-lain. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved