Eksekusi Lahan Ricuh

Kapolres Pelalawan Bantah Ada Bentrokan Saat Eksekusi Lahan di Langgam, Cuma Spontanitas Warga

Hasym menampik adanya bentrok di lokasi, hanya saja ada gerakan spontan dari masyarakat petani saat proses penertiban oleh alat berat PT NWR.

Kapolres Pelalawan Bantah Ada Bentrokan Saat Eksekusi Lahan di Langgam, Cuma Spontanitas Warga
Istimewa
Bentrok yang terjadi antara masyarkat petani Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan dengan aparat kepolisian yang menolak eksekusi lahan pada Selasa (4/2/2020). Akibatnya tiga warga dan tiga polisi terluka. 

Total lahan yang dikelola mencapai 3.323 hektar dan akan dieksekusi berdasarkan putusan pengadilan.

"Masyarakat bertahan dan meminta lahannya tidak dieksekusi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau dan PT NWR," kata pengacara kedua koperasi, Asep Ruhiyat, kepada tribunpekanbaru.com, Selas (4/2/2020).

Bentrok yang terjadi antara masyarkat petani Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan dengan aparat kepolisian yang menolak eksekusi lahan pada Selasa (4/2/2020). Akibatnya tiga warga dan tiga polisi terluka. (Istimewa)
Asep menceritakan, masyarakat sejak awal bertahan dan tidak ingin kebun sawitnya diratakan dengan alat berat oleh DLHK dan PT NWR.

Pasalnya sumber kehidupan petani selama ini dari hasil panen kebun yang sudah puluhan tahun dikelola.

Ketika alat belasan alat berat memasuki lahan koperasi, otomatis warga melakukan perlawanan dan berniat menghentikan eskavator itu.

Warga ditahan oleh puluhan personil kepolisian dengan perlengkapan pengurai massa hingga terjadi bentrok antara kedua pihak.

Hingga terjadi saling lempar dan mengakibatkan korban luka-luka dari pihak petani.

"Ada tiga orang yang mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan badan. Terkena lemparan baru, tapi siapa yang melempar belum tahu," tambah Asep.

Asep menyayangkan sikap PT NWR yang tidak mengindahkan intruksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang turun satu hari sebelumnya.

Tiga orang anggota DPR-RI dari komisi lll sudah meminta perusahaan Hutan Tanaman Industri Itu (HTI) menghentikan sementara proses penumbangan sawit dan penanaman akasia di atas lahan yang menjadi objek perkara

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved