KONI Minta Performa Sejumlah Atlet Unggulan Riau Dipertahankan Sampai Pelaksanaan PON

Sejumlah atlet andalan Riau diharapkan bisa meraih lebih dari satu medali emas saat bertanding di PON Papua, Oktober mendatang.

KONI Minta Performa Sejumlah Atlet Unggulan Riau Dipertahankan Sampai Pelaksanaan PON
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - Performa atlet yang jadi unggulan Riau untuk meraih emas, diharapkan bisa bertahan hingga pertandingan PON Papua Oktober 2020 mendatang. Pelatih dan pengurus cabor diminta menjaga eksistensi para atletnya, agar tetap tampil prima bahkan meningkat dari sebelumnya.

"Ada beberapa atlet baik perorangan maupun beregu, yang kita harapkan bisa meraih medali emas lebih dari satu. Mereka inilah yang kita harapkan konsisten, jangan sampai performanya menurun," kata Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Selasa (4/2) kepada Tribun.

Tidak hanya itu, atlet yang ditargetkan meraih satu medali emas juga diminta tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. Yang paling penting, tetap latihan dan menjalankan program yang disusun pelatih.

"Sekarang ini kan sebagian atlet andalan kita sudah ada yang uji coba. Seperti dua atlet renang dan lainnya. Bahkan sebagian lagi ada yang disiapkan untuk Pra Olimpiade seperti atlet taekwondo, senam, dayung," terang Emrizal.

Para atlet inilah yang disiapkan untuk mengisi pundi-pundi medali emas Riau di PON nanti, selain atlet dari cabor lainnya. Sebab bisa saja atlet yang kini tidak diprediksi meraih emas, namun saat di PON nanti berhasil meraih emas.

"Untuk uji coba atlet andalan ini kita prioritaskan. Seperti atlet renang kini latihan dan ikut kejuaraan di Prancis. Setelah itu mereka akan latihan di Bali. Begitu pula atlet andalan lainnya," tutur Emrizal.

Meski demikian, KONI Riau tetap melaksanakan TC dan uji coba bagi cabor lain yang tidak masuk cabor unggulan. Hanya saja, tempat dan lama pelaksanaan TC dan uji coba akan disesuaikan.

KONI Riau sudah membagi tiga kategori atlet berprestasi yakni atlet unggulan, atlet potensial, dan atlet harapan. Atlet unggulan adalah atlet yang sudah berprestasi tidak hanya nasional, tapi juga berprestasi internasional. Seperti atlet renang, angkat berat/besi, senam, dayung, taekwondo, anggar, dan beberapa cabor lain.

Sedangkan atlet potensial merupakan atlet berprestasi namun masih ada ukuran limitnya. "Limitasi (nilai/poin) atlet potensial ini tidak jauh dari lawan-lawannya. Sehingga sangat berpotensi meningkatkan prestasi. Bisa saja dari medali perak ke emas," terang Emrizal.

Sementara untuk atlet harapan, adalah atlet lolos kuota tapi tidak dapat medali. Meski begitu, KONI tetap memberi perhatian kepada atlet kategori ini.

Dari rilis KONI Riau, atlet Riau yang lolos ke PON Papua berjumlah 197 orang dengan 94 pelatih. Jumlah ini dari 37 cabor yang ditandingkan di Pra PON, Porwil, dan Kejurnas series. Jumlah cabor ini sama dengan jumlah yang ditandingkan di PON Papua 2020 mendatang. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved