NEWS VIDEO: Aksi Buruh Tolak Omnibus Law di Pekanbaru Riau

Dalam kesempatan tersebut ratusan buruh ini menyatakan penolakan atas omnibus law tentang cipta lapangan kerja (cilaka)

TRIBUNPEKANBARU.COM- Ratusan buruh yang tergabung dalam  Buruh Riau Bersatu (BRB)  menggelar kasi unjukrasa di Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (3/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut ratusan buruh ini menyatakan penolakan atas Omnibus Law tentang cipta lapangan kerja (cilaka).

"Karena yang kami lihat isinya tidak mensejahterakan buruh  dan justru menzolimi.

Kawan-kawan dari Jakarta menjelaskan bahwa isi dari rancangan undang-undang ini cukup menyengsarakan buruh," jelas Presiden Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSp2KI) Riau, Hamdani kepada awak media.

Untuk itu pihaknya menyampaikan tuntutan penolakan tersebut kepada DPRD Riau untuk nantinya dit eruskan ke DPRD RI.

Disamping itu, dalam kesempatan tersebut massa juga meinta supaya Pemerintah menurunkan atrif BPJS.

"Karena terus terang saja, BPJS ini sangat memberatkan terutama bagi kami yang buruh ini yang masyarakat kecil.

Selama ini ketika kami berobat pun pelayanan juga kurang disaat iuran sudah tinggi tetap saja pelayanan kurang," tambah Koordinator Wilayah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Riau, Sunan Tumenggung.

Kemudian untuk tuntutan ke tiga massa juga meminta supaya Pemerintah untuk betul-betul melihat para tenaga kerja asing yang ada di perusahaan-perusahaan.

Menurut mereka kebanyakan para tenaga kerja tersebut memiliki kemampuan yang sama dengan tenaga kerja lokal.

Bahkan ada yang memiliki kemampuan dibawah dari tenaga lokal.

"Kemudian dengan adanya undang-undang nomor 28 tahun 2019 itu membuka peluang seluasnya bagi tenaga kerja sing sehingga yang terjadi akan mempersempit ruang gerak dari tenaga lokal untuk bekerja," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved