CAT SKD CPNS 2019

Peserta CAT SKD CPNS 2019 Dumai Dapat Dorongan Semangat dari Wali Kota

Saat meninjau persiapan SKD hari ke dua, Walikota menegaskan bahwa tidak ada unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan CPNS.

Peserta CAT SKD CPNS 2019 Dumai Dapat Dorongan Semangat dari Wali Kota
Istimewa
Untuk memberi semangat kepada para peserta Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) di Kota Dumai, Walikota Dumai, Zulkifli meninjau pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari kedua di kampus STIA Lancang Kuning Dumai, Senin (3/2/2020). 

DUMAI - Untuk memberi semangat kepada para peserta Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) di Kota Dumai, Walikota Dumai, Zulkifli meninjau pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari kedua di kampus STIA Lancang Kuning Dumai, Senin (3/2/2020).

Masih seperti hari sebelumnya Minggu (2/2/2020), ujian SKD hari kedua diikuti 750 pelamar CPNS Kota Dumai dibagi menjadi 5 sesi, setiap sesi diikuti 150 peserta.

Saat meninjau persiapan SKD hari ke dua, Walikota menegaskan bahwa tidak ada unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan CPNS.

"Pesan saya kepada para peserta agar mengikuti SKD dengan sungguh-sungguh, berusaha dengan belajar dan berdoa agar dapat menjawab soal-soal yang diberikan. Apapun hasil akhirnya nanti murni kemampuan peserta, karena dalam seleksi ini tidak ada KKN yang dilakukan panitia," pesannya.

Zulkifli As berharap peserta ujian mampu menyelesaikan soal dengan waktu yang telah ditetapkan, yaitu 90 menit untuk menjawab 100 soal ujian serta patuhi aturan yang telah di tetapkan oleh panitia pelaksana.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, tambah Zulkifli As peserta harus melampaui nilai ambang batas SKD (passing grade), yakni Passing grade untuk TKP 126, TIU 80 dan TWK 65.

Untuk fasilitas, terangnya, Panitia Seleksi daerah (Panselda) Kota Dumai, telah berupaya memberikan yang terbaik untuk mensukseskan tes masuk CPNS 2019.

Dirinya mengaku, seluruh sarana prasarana yang disiapkan pemko telah maksimal.

Seperti laptop plus laptop cadangan, genset untuk mengatasi masalah mati lampu, termasuk menyiapkan pos kesehatan dan satu unit ambulance, layar monitor yang terpampang skor atau nilai yang dihasilkan peserta tes.

"Upaya yang kita buat ini sebagai bentuk transparansi, jadi siapapun yang bersungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang tinggi, mereka berhak ketahap selanjutnya, jadi saya tekankan tidak ada anak si A atau Si B, ini transparan," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved