Breaking News:

Otomotif

VIDEO Isuzu Panther, Akhir Perjalanan 'Si Raja Diesel', Terganjal Regulasi EURO 4

Menurut General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril, mobil ini tinggal menunggu titik akhir saja Atau menunggu regulasi yang

Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com -- Perjalanan mobil legendaris Isuzu Panther di Indonesia hanya menunggu waktu saja.

Mobil yang terkenal sebagai 'Rajanya Diesel' ini kemungkinan besar akan berhenti diproduksi.

Alasannya karena terganjal regulasi emisi Euro 4 yang akan berlaku pada tahun 2021 mendatang.

Menurut General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril, mobil ini tinggal menunggu titik akhir saja.

"Tinggal menunggu titik akhirnya saja. Atau menunggu regulasi yang membuat mobil ini tidak bisa dipasarkan kembali," ucap Attias, ditemui di Tamnak Thai Restaurant, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Ia juga mengatakan, saat ini diharuskan mesin diesel harus memiliki regulasi emisi gas buang Euro 4.

Hal itu juga menjadi alasan Isuzu Panther lanjut atau tidak. 

Isuzu Panther bakal hadirkan generasi terbaru pada akhir 2017 ini.
Isuzu Panther bakal hadirkan generasi terbaru pada akhir 2017 ini. (Tribun Pekanbaru/ Firmauli Sihaloho)

"Mesin diesel Panther saat ini masih menggunakan mesin Euro 2, dan nanti harus mengikuti regulasi Euro 4."

"Tetapi bila memang ada mesin Euro 4, dan prinsipal Isuzu Jepang ingin melanjutkan, kita akan ikuti peraturan tersebut," tutur Atiias.

Attias juga menyebutkan, saat ini Panther hanya ada di Indonesia. Filipina yang tadinya masih ada, sudah berganti menjadi MU-X.

" Isuzu juga saat ini ingin fokus kepada kelas SUV, dan ingin mendorong terus pengembangan MU-X di pasar Indonesia," lanjut Attias.

Menurutnya, untuk mengembangkan kembali Panther merupakan sebuah hal yang sangat berat, karena memiliki cost tinggi.

Isuzu MU-X Royale
Isuzu MU-X Royale (AutoBild)

"Selain itu jika memang ada model baru, dengan mengikuti harga saat ini kemungkinan tidak akan dilirik oleh konsumen di Indonesia," ulas Attias.

Attias menyatakan pihaknya bersikap realistis.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved