Curhat TKI Ilegal di Wuhan, Bisa Pulang Tapi Harus Dipenjara Dulu, Dilema di 'Kota Corona'

Dua TKI ilegal tersebut bernama Tiara asal Jawa Barat dan asal Lampung. Mereka tak bisa pulang dan terisolasi di Wuhan akibat wabah virus corona

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Curhat TKI Ilegal di Wuhan, Bisa Pulang Tapi Harus Dipenjara Dulu, Dilema di 'Kota Corona' 

Tiara adalah satu dari dua buruh migran Indonesia yang masih terisolasi di Wuhan. Ia sempat berharap diizinkan masuk rombongan WNI yang dipulangkan dan kini dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau.

Tiara, buruh migran asal Subang, Jawa Barat, berharap dievakuasi pemerintah Indonesia dari Wuhan.
Tiara, buruh migran asal Subang, Jawa Barat, berharap dievakuasi pemerintah Indonesia dari Wuhan. (DOKUMEN PRIBADI TIARA via BBC)

Namun harapannya bertepuk sebelah tangan. Ia terpaksa terus bertahan di tempat majikan. Dalam dua pekan terakhir, perempuan asal Subang, Jawa Barat itu tak diperbolehkan keluar rumah.

"Tidak seperti WNI lain, namanya pekerja ilegal, saya takut. Harus minta tolong kepada siapa?" Saya cuma menunggu keajaiban dari Allah," kata Tiara via telepon, Rabu (05/04).

Tiara sudah empat tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga di Wuhan. Ia tidak memegang visa kerja. Paspornya pun sudah kedaluwarsa.

"Harapannya ingin pulang, semoga ada keajaiban boleh pulang bareng-bareng," tuturnya.

Tiara berkata, rekan buruh migrannya asal Indonesia di Wuhan memperlihatkan tayangan berita di Youtube tentang ratusan WNI yang sudah dipulangkan.

Sejak awal, kata dia, ia pesimis bakal diperhatikan pemerintah karena statusnya sebagai pekerja gelap.

"Itu WNI yang punya paspor dan visa. Tidak ada TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Di China tidak ada TKI yang resmi," ujar Tiara.

'Boleh pulang tapi harus dipenjara dulu'

Buruh migran Indonesia lain yang terisolasi di Wuhan adalah Asih.

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved