SKD CPNS

Sistem Absensi Tutup 5 Menit Sebelum Ujian, Ini Alur Registrasi Peserta Test SKD CPNS di Pelalawan

SKD Pelamar CPNS 2019 Pelalawan dimulai hari ini, Rabu, dan akan berlangsung selama tujuh hari sampai 11 Februari mendatang.

Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Peserta ujian SKD CPNS Pelalawan tahun 2019 mengikuti alur absensi dan registrasi serta pemeriksaan sebelum masuk ke ruang ujian di aula kampus AKNP, Rabu (5/2/2020). 

PELALAWAN - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 di Kabupaten Pelalawan Riau dimulai hari ini, Rabu (5/2/2020) dan akan berlangsung selama tujuh hari sampai 11 Februari mendatang.

Lokasi ujian di kampus Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci. Sebanyak 3.066 opeserta akan mengikuti seleksi SKD selama tujuh hari. Dalam sehari ada lima sesi ujian yang diikuti 100 peserta, berarti ada 500 pelamar yang test setiap hari.

"Hanya hari Jumat yang empat sesi, karena waktu untuk shalat Jumat. Selebihnya lima sesi setiap hari," terang Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Pelalawan, Tengku Kafrawi, kepada tribunpekanbaru.com saat ditemui di lokasi ujian, Rabu (5/2/2020).

Kafrawi merincikan, peserta ujian mengikuti alur pendaftaran dan registrasi yang ditetapkan panitia daerah maupun Badan Kepegawaian Nasional (BkN) Regional Xll.

BREAKING NEWS: Reskrimsus Polda Riau Turun ke Lahan Perusahaan di Siak yang Terbakar

Setelah tiba di kampus AKNP peserta langsung mendapatkan pengarahan dari panitia di depan tentang persiapan dan benda-benda yang dibawa ke ruang ujian.

Kemudian pelamar dirahkan ke ruangan penitipan barang-barang yang disiapkan panitia. Seluruh barang-barang yang tidak diperkenankan masuk dititipkan di dalam ruangan.

Selanjutnya peserta melakukan registrasi ke tenda yang diisi tiga meja dan dijaga enam petugas.

Selesai absensi dan registrasi, peserta bergeser ke pemeriksaan badan atau body checking oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan panitia. Setiap inci badan dan pakaian diraba untuk memeriksa benda-benda yang mencurigakan.

"Peserta perempuan tentu diperiksa oleh petugas wanita dan yang laki-laki diperiksa petugas pria. Metal detektor juga disiagakan," tambah Kafrawi.

Usai penggeledahan badan, peserta diminta mendaftarkan pin ke meja petugas di tahap selanjutnya.

Agar nama dan nomor ujian pelamar terdaftar serta langsung terkoneksi ke dalam ruangan ujian. Sistem ini milik panitia dari BKN regional Xll yang dioperasikan panitia lokal.

"Sistem pin ini akan terkunci secara otomatis lima men sebelum ujian dimulai. Makanya kalau terlambat tid ada ampun dan dinyatakan langsung gugur," katanya.

Setelah proses registrasi dan absensi tuntas, pelamar di rahakan ke tenda dan kursi yang disulap menjadi ruang tunggu.

Di tempat itu warga yang mencoba peruntungan jadi CPNS itu akan mendapatkan arahan dari layar monitor yang dipasang aplikasi.

Seluruh petunjuk selama ujian dipaparkan mulai dari cara menjawab soal, durasi waktu, hingga pasing grade yang harus dilalui peserta.

Jika panitia memberikan aba-aba masuk ke ruangan, peserta diminta berbaris secara rapi dengan menenteng Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu ujian.

Pada pintu masuk petuga dari BKN akan kembali melakukan pemeriksaan tahap akhir, mencocokan KTP dengan wajah pelamar menghindari ada joki atau kecurangan lain.

"Setelah ujian selesai selama 90 menit, peserta diarahkan ke luar ruangan melaui jalur yang ditentukan," tandasnya.

Seluruh prosedur dan sistem itu musti diikuti peserta agar tidak terkendala dalam ujian. Petugas pengamanan dari Satpol PP dan Polres Pelalawan siaga di luar ruangan selama ujian berlangsung. (Tribunpekanbaru.com/Johanne Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved