Breaking News:

Berita Riau

Utamakan Warga yang Daftar BPD, Disdukcapil Kuansing Riau Hentikan Sementara Pelayanan KIA

Disdukcapil Kuansing Riau menghentikan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUN PEKANBARU / PALTI SIAHAAN
Suasana pengurusan administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil kuansing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kuansing menghentikan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk saat ini. Penghentian layanan ini bersifat sementara.

"Untuk sementara pelayanan pencetakan KIA kita hentikan sementara," kata Kepala Disdukcapil Kuansing Refendi Zukman, Rabu (5/2/2020).

Penghentian pelayanan KIA sendiri dilakukan sejak pekan kedua Januari 2020. Dikatakan Refendi, saat ini sudah ribuan daftar antrean untuk pencetakan KIA.

Penyebabnya, karena saat ini pihaknya sedang fokus melayani warga untuk keperluan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Saat ini Pemkab Kuansing memang sedang membuka proses pendaftaran BPD.

"Karena pendaftaran BPD ini ada masa waktunya, makanya kita utamakan BPD," terangnya.

Warga yang hendak ingin menjadi BPD banyak yang mengurus KTP-elektronik. Sehingga mesin cetak KTP-elektronik yang ada saat ini difungsikan sebagaimana mestinya.

Dijelaskan Refendi, Disdukcapil Kuansing memiliki dua mesin cetak KTP elektronik saat ini. Dua mesin ini dibagi menjadi satu untuk KIA dan satu lagi untuk KTP-elektronik.

"Dengan pertimbangan mesin, maka untuk sementara kita stop dulu pelayanan KIA," terangnya.

Dikatakannya, saat ini ada 2.500 KIA yang hendak dicetak. Nah, setelah masa pendaftaran BPD selesai, pelayanan KIA kembali dibuka.

"Paling dalam minggu ini selesai," terang Refendi Zukman.

Disdukcapil Kuansing mendapatkan 10.000 blangko KIA dari pemerintah pusat.

Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP-elektronik.

Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak.

Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.

Tak hanya itu. KIA juga berguna untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi. (Tribunpekanbaru.com/palti siahaan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved