Berita Riau

Bakar 300 Karung Bawang Bombai, Satpolair Polres Bengkalis Riau Musnahkan Bukti Hasil Tangkapan

300 karung bawang bombai ilegal dimusnahkan Satpolair Polres Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (6/2/2020) pagi.

Bakar 300 Karung Bawang Bombai, Satpolair Polres Bengkalis Riau Musnahkan Bukti Hasil Tangkapan
istimewa
Bawang bombai ilegal sebanyak 300 karung dibakar untuk dimusnahkan oleh Satpolair Polres Bengkalis, Kamis (6/2/2020). 

 TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sebanyak 300 karung bawang bombai ilegal dimusnahkan Satpolair Polres Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (6/2/2020) pagi.

Pemusnahan bawang bombai ini dilakukan bersamaan dengan pemusnahan barang bukti lain yang merupakan hasil tangkapan Satpolair Polres Bengkalis akhir tahun 2019 lalu.

"Kita lakukan pemusnahan barang bukti, terkait tindak pidana perdagangan yang kita amankan beberapa waktu lalu. Di antaranya yang kita musnahkan 300 karung bawang bombai, 100 kotak kopi, 96 karung pakaian bekas, 20 unit tempat tidur bekas serta ban bekas dan sejumlah makanan ringan lainnya," ungkap Kasatpolair Polres Bengkalis AKP Rahmat Hidayat.

Menurut dia, barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil penangkapan dilakukan jajarannya pada Desember tahun lalu di Perairan Bantan. Di mana pada penangkapan ini pihaknya menetapkan dua orang tersangka.

Diskes Kuansing Riau Ingatkan Februari Puncak DBD, Sudah Ada 93 Kasus Sejak Awal Januari 2020

Keputusan Lolos Verifikasi 23 Februari,Elvis-Warsito Calon Independen Pertama Daftar ke KPU Kuansing

Jangan Sembarangan Link WhatsApp Web, Ini Berbahaya yang Akan Terjadi di Komputer Anda

"Kedua tersangka ini sudah kita limpahkan tahap II ke Kejaksaan Negeri Bengkalis pada Rabu siang kemarin," ungkap AKP Rahmat Hidayat.

Dua orang tersangka tersebut merupakan nakhoda kapal dan anak buah kapal yang membawa barang ini dari Malaysia. Diduga barang ini akan masuk secara ilegal dari Malaysia melalui Bengkalis.

Pemusmahaan barang bukti, dilakukan dengan cara dibakar bersamaan di sekitaran Pos Polair Polres Bengkalis. Kegiatan pemusnahan disaksikan oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bengkalis serta pihak Karantina dan Juru Bicara Pengadilan Negeri Bengkalis Zia Ul Jannah.

Selundupkan dari Malaysia

Penyelundupan barang yang dimusnahkan itu digagalkan oleh Satpolair Polres Bengkalis pada Desember tahun 2019 lalu. Keberhasilan ini tidak lepas dari peranan Nelayan Mitra Polair (Netral) yang dibentuk Polair Polres Bengkalis beberapa tahun terakhir.

Awalnya ada informasi dari Netral adanya kapal di perairan diduga membawa barang ilegal.

Polair langsung menurunkan anggota, dan setelah melakukan patroli sekitar 1 jam, Tim Polair menemukan KM Alvin berada di Perairan Tanjung Parit Kecamatan Bantan.

Keberadaan kapal itu mencurigakan dan langsung diberhentikan. Saat diperiksa, ternyata kapal itu membawa 300 karung bawang bombai dan barang lain dari Malaysia.

Dengan temuan barang bukti ini, petugas langsung melakukan pemeriksaan dokumen. Namun nakhoda kapal tidak bisa menunjukkannya.

Petugas mengamankan barang bukti dan membawa nakhoda dan anak buah kapal ke Polair Polres Bengkalis.

Nakhoda yang diamankan petugas berinisial D (39) warga Desa Pambang Baru. Sedangkan anak buah kapal berinisial M (20) yang juga warga Bantan. (Tribunpekanbaru.com/muhammad natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved