Kasus Korupsi di Diskominfo Pekanbaru

Jaksa Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Korupsi Video Wall Diskominfo Pekanbaru, Termasuk Plt Kadis

Kepala Kejati Riau, Mia Amiati menjelaskan, dari mulai penyelidikan, hingga penetapan tersangka, tim sudah memeriksa sebanyak 18 saksi.

Jaksa Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Korupsi Video Wall Diskominfo Pekanbaru, Termasuk Plt Kadis
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kepala Kejati Riau, Mia Amiati memberikan keterangan kepada wartawan saat ekspos terkait kasus dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo), Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru di Aula Kejati Riau, Kamis (6/2/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

PEKANBARU - Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo), Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, jaksa penyidik dari Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau memeriksa belasan saksi.

Sebelum akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 3,9 milyar ini.

Kepala Kejati Riau, Mia Amiati menjelaskan, dari mulai penyelidikan, hingga penetapan tersangka, tim sudah memeriksa sebanyak 18 saksi.

"Untuk saksi yang kami periksa dari tim ada 18 orang yang diklarifikasi. Termasuk dari distributor resmi yang mengeluarkan produk tv yang digunakan sebagai video wall tersebut," sebut Mia, Kamis (6/2/2020).

Dalam hal ini Mia memaparkan, pihaknya ingin membandingkan, bagaimana produk dari distributor resmi, dengan produk yang tak sesuai dengan kontrak dalam pengadaan video wall ini.

BREAKING NEWS: 2 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Video Wall Diskominfo Pekanbaru

Dari 18 saksi itu, termasuk nama Plt Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra.

Dimana Eka dalam proyek ini bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau Pengguna Anggaran.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan dua orang tersangka. Pertama adalah VH, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta AMI, selaku Direktur CV. Solusi Arya Prima.

Sejauh ini, penyidik belum menemukan keterkaitan dengan pihak lain, yang bisa berpotensi menjadi tersangka baru.

Proyek pengadaan video wall ini ada pada Tahun Anggaran 2017.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved