Musim Lalu Rugi Besar, PT LIB Tak Jadi Beri Subsidi Rp15 Miliar untuk Klub Liga 1

PT LIB mengklaim mengalami rugi besar pada musim lalu, sehingga tak jadi memberi subsidi Rp15 miliar untuk tim Liga 1 pada musim ini.

Musim Lalu Rugi Besar, PT LIB Tak Jadi Beri Subsidi Rp15 Miliar untuk Klub Liga 1
Internet
Logo PSSI

tribunpekanbaru.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan subsidi untuk klub Liga 1 musim 2020 tidak sebesar Rp15 miliar. Penyebabnya, operator kompetisi tersebut mengalami kerugian di musim lalu.

Pada saat kampanye lalu, Ketua PSSI Mochamad Iriawan sempat berjanji klub bakal mendapat subsidi Rp15 miliar. Akan tetapi, pada kenyataannya hal itu tidak terjadi.

"Yang jelas evaluasi musim lalu kami minus. Jadi apa yang kami dapatkan dengan kebutuhan operasional minus Rp30 miliar. Bagaimana meningkatkan subsidi kalau minus. Ini jangan sampai ada kekurangan, tapi kami hitung bisa meningkatkan dan tak akan turun," kata Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri kemarin.

Pernyataan senada diucapkan satu di antara Komisaris PT LIB, Hasani Abdulgani. Menurutnya, pihaknya bakal berusaha mewujudkan janji Iriawan saat kampanye menjadi ketua PSSI lalu.

"Ini tantangan kami sebagai pengurus. Kami janji di masa Pak Iwan, janji Rp15 miliar akan kami usahakan. Tapi tidak mungkin sekarang, karena durasi kami pendek. Kalau musim ini jalan baik, maka nilai liga naik. Setelah naik, janji Pak Iwan bisa kami laksanakan. Tentu pengalaman akan kami tingkatkan," kata Hasani.

Liga 1 sendiri akan kick-off pada 29 Februari mendatang. Hingga kini jadwal resmi masih belum dirilis, namun klub sudah mendapatkan draf jadwal dari PT LIB selaku operator kompetisi. Dari draf jadwal itu, musim ini akan rampung pada Oktober 2020.

LIB pun menegaskan bahwa kompetisi tidak akan mengganggu persiapan timnas Indonesia yang tampil di Piala AFF. "Sebagai pelajaran musim lalu, jadwal kompetisi Liga 1 2020 dimajukan untuk mendukung timnas. Harus selesai tepat waktu, sehingga timnas bisa fokus persiapan Piala AFF," terang Cucu Somantri.

Selain itu, kompetisi juga bakal rehat ketika pekan internasional FIFA. Hal itu dilakukan supaya klub Liga 1 tidak keberatan melepas pemain ke timnas. Perizinan untuk laga juga sedang dikoordinasikan dengan segala pihak.

"Saat membuat draf jadwal Liga 1, PT LIB mengacu kepada agenda besar PSSI, timnas, kalendar FIFA, serta agenda setiap daerah menyangkut perizinan. Nantinya PT LIB, PSSI, kepolisian, serta perwakilan tim akan rapat koordinasi untuk meminimalisir pergeseran jadwal," tambah Sujarno, Direktur Operasional PT LIB. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved