Pekanbaru

STIKes Al Insyirah Pekanbaru Gelar Pelatihan Preseptor Mentor

STIKes Al Insyirah Pekanbaru, gelar Pelatihan Preseptor Mentor di Kampus STIKes Al Insyirah Jalan Parit Indah, Tangkerang Labuai, Bukit Raya.

STIKes Al Insyirah Pekanbaru Gelar Pelatihan Preseptor Mentor
Istimewa
STIKes Al Insyirah Pekanbaru, gelar Pelatihan Preseptor Mentor di Kampus STIKes Al Insyirah Jalan Parit Indah, Tangkerang Labuai, Bukit Raya, Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - STIKes Al Insyirah Pekanbaru, gelar Pelatihan Preseptor Mentor di Kampus STIKes Al Insyirah Jalan Parit Indah, Tangkerang Labuai, Bukit Raya, Pekanbaru.

Pelatihan itu digelar 5-8 Februari 2020 dan diikuti sebanyak 225 peserta yang terdiri dari mahasiswa, praktisi kesehatan, dosen dan organisasi profesi bidan.

Ketua STIKes Al Insyirah Pekanbaru Dr.Ns.Hj.Rifa Yanti, S.Kep M.Biomed mengatakan, kegiatan yang ditaja oleh Stikes Al Insyirah Pekanbaru melalui program studi kebidanan program sarjana terapan itu merupakan program peningkatan kompetensi bidan yang bukan didapat dari institusional internal saja tapi juga aplikatif di lapangan.

"Jadi harapan kita melalui workshop selama 4 hari ini, kita harapkan para bidan memiliki keyakinan dan skill yang lebih baik lagi untuk memberikan kontribusi layanan kepada seluruh masyarakat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya," ujar Rifa Yanti kepada Tribun, Kamis (6/2)

Ketua Panitia Pelatihan Citra Dewi Anitasari M.Keb menambahkan tujuan pelatihan ini agar peserta memahami konsep dasar peran Clinical Instructure (CI), memahami peran dalam setiap tahapan proses pembelajaran klinik, memahami peran, fungsi dan tugas sebagai pembimbing praktek klinik kebidanan, mampu melaksanakan bimbingan klinik kebidanan pada mahasiswa kebidanan.

"Kemudian mampu melaksanakan evaluasi terhadap peserta didik baik mahasiswa yang mencakup pengetahuan, sikap serta keterampila sesuai dengan pedoman/instrumen evaluasi dan menjadi contoh bagi mahasiswa sebagai bidan profesional dilingkungan kerjanya," ucap Citra.

Sementara itu Sih Rini Handajani M.Mid dari Poltekes Surakarta selaku narasumber menyampaikan, pelatihan ini sangat berguna bagi bidan dan sarjana terapan. "Sebab melalui pelatihan preseptor ini adalah untuk mempersiapkan serjana terapan outputnya menjadi CI," ujarnya.

CI merupakan salah satu SDM yang melaksanakan bimbing klinik dilahan praktek dalam rangka pencapaian kompetensi yang ditetapkan dengan memberikan pengalaman nyata dan bimbingan klinik.

Menurut Sih Rini lahan praktek unsur utama mencapai kompetensi mahasiswa, makanya dibutuhkan model dan metode pembelajaran klinik.

"Untuk itu Preseptor harus sudah mempersiapkan keterampilannya agar bisa memberikan layanan yang baik kepada masyarakat," ucapnya.

Jadi melalui pelatihan ini lulusan yang dihasil langsung bisa mengabdi ditengah masyarakat. "Kita juga tidak ingin lulusan bidan hanya pintar konsep saja, karena kalau kurang praktek mereka hanya pintar konsep saja," ungkapnya.

Untuk itu tambah Sih Rini, mahasiswa itu advokasinya harus 60 persen dilahan praktek dan bukan 60 persen teori.

"Sebab kita ingin lulusan bidan benar-benar kompeten dan bisa langsung bekerja dilapangan," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved